Waspada, Rekanaker! Penipuan Rekrutmen PMI Semakin Canggih

Image: McAfee

Hingga 7 November 2025, tim patroli digital KemenP2MI mengidentifikasi 220 tautan mencurigakan yang menargetkan calon PMI, di berbagai platform media sosial, meliputi 111 tautan di facebook, 94 di tiktok, 11 instagram, dan 4 di whatsapp. Sebagian besar bentuknya adalah lowongan kerja palsu, bantuan, dan penawaran “berangkat mandiri” tanpa prosedur resmi. Banyak CPMI mencari informasi kerja melalui media sosial, dan penipu memanfaatkan kebutuhan ekonomi & keterbatasan akses informasi resmi, sehingga CPMI menjadi target utama. Kenali polanya, lindungi diri dan sesama!

  • Minta DP besar
  • Klaim jalur cepat
  • Perusahaan tanpa alamat/legalitas
  • Tawaran gaji tidak masuk akal tanpa kualifikasi
  • Iklan lowongan + nomor WA yang disebar ke banyak grup
  • Rekrutmen lewat DM/WA, bukan kanal resmi

TIPS AMAN DARI PENIPUAN ONLINE

  • Aktifkan autentikasi 2 faktor
  • Hapus aplikasi/URL yang mencurigakan
  • Jangan klik link tidak dikenal
  • Jangan bagikan data pribadi di medsos
  • Selalu cek lowongan di kanal resmi Kemnaker, KP2MI, web career perusahaan, atau P3MI terdaftar
  • Cek nomor telepon yang tidak dikenal pada aplikasi pengidentifikasi panggilan
  • Minta bukti job order, bukan screenshot chat
  • Jangan percaya “jalur cepat” tanpa prosedur
  • Cross-check informasi ke Atase Ketenagakerjaan atau Dinas setempat

Banyaknya oknum yang memposting lowongan “berangkat mandiri” tersebar di media sosial secara terang-terangan. Penipuan bukan hanya lowongan kerja, tetapi juga bantuan palsu mengatasnamakan Lembaga Pemerintah. Penanganan penipuan merupakan tanggung jawab bersama. Mulai dari lingkungan keluarga, desa, komunitas, dan sesama CPMI harus saling ingatkan. Dengan literasi digital yang baik, kita bisa mencegah korban baru. Jadi, selalu waspada, Rekanaker. Laporkan akun mencurigakan melalui kanal resmi: siber@kemenp2mi.go.id

Artikel Terkait