
Qatar kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim, dengan sembilan eksekutif terkemuka masuk dalam daftar Forbes Middle East Sustainability Leaders 2025. Pengakuan ini menyoroti peran penting perusahaan-perusahaan Qatar dalam mendorong agenda lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di tingkat nasional maupun regional. Forbes Middle East menyusun daftar ini berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain:
- Transparansi laporan keberlanjutan/ESG
- Pendanaan hijau (green financing) dan investasi berkelanjutan
- Pengurangan emisi karbon di berbagai sektor
- Efisiensi sumber daya seperti air, energi, dan pengelolaan limbah
- Adopsi energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan
- Inisiatif iklim khusus sektor yang sejalan dengan standar global
Tahun 2025, daftar ini menyoroti 126 eksekutif dari 15 industri, mulai dari perbankan, energi, logistik, telekomunikasi, kesehatan, manufaktur hingga pariwisata. U.A.E. menempati posisi terbanyak dengan 67 eksekutif, disusul Arab Saudi (23) dan Mesir (12).
Eksekutif Qatar yang Masuk Daftar
Sembilan tokoh dari Qatar yang mendapat pengakuan adalah:
- Abdulla Mubarak Al-Khalifa – Group CEO, Qatar National Bank (QNB)
- Bassel Gamal – Group CEO, Qatar Islamic Bank (QIB)
- Marek Warzywoda – Group CEO, Baladna (Pangan & Pertanian)
- Saad Sherida Al-Kaabi – Deputy Chairman, President & CEO, QatarEnergy
- Aziz Aluthman Fakhroo – Group CEO, Ooredoo Group (Telekomunikasi)
- Abdullah Al-Sulaiti – CEO, Qatar Gas Transport Company (Nakilat)
- Fahad Bin Saad Al-Qahtani – Group CEO, Milaha
- Sheikh Abdulla Bin Fahad Al-Thani – Group Managing Director, GWC
- Badr Mohammed Al Meer – Group CEO, Qatar Airways Group
Kepemimpinan mereka mencerminkan dorongan Qatar untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan praktik berkelanjutan, serta menempatkan negara ini sebagai pemain berpengaruh dalam transisi global menuju ekonomi rendah karbon.
Dampak bagi Pekerja Migran dan Pencari Kerja
Bagi para profesional—termasuk calon pekerja migran Indonesia—pengakuan ini memberikan sinyal bahwa Qatar sedang bergerak menuju:
- Pasar kerja yang lebih hijau dan inovatif: Industri mulai mengadopsi teknologi ramah lingkungan yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
- Meningkatnya permintaan keterampilan berkelanjutan: Keahlian di bidang energi terbarukan, manajemen limbah, hingga keuangan hijau akan semakin dicari.
- Standar kerja yang lebih baik: Penerapan nilai ESG membuat perusahaan lebih fokus pada keselamatan kerja, keberagaman, dan tanggung jawab sosial.
Hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi para calon pekerja Qatar untuk mulai mengembangkan keterampilan relevan seperti keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan teknologi digital. Perhatikan reputasi perusahaan dalam praktik keberlanjutan sebelum melamar, dan pahami Qatar National Vision 2030, karena visi ini menjadi arah utama pembangunan nasional dan penciptaan lapangan kerja.
Kehadiran eksekutif Qatar dalam daftar Forbes Middle East Sustainability Leaders 2025 menunjukkan keselarasan negara ini dengan tujuan iklim global serta komitmen dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. Bagi para pekerja migran, khususnya dari Indonesia, hal ini membuka peluang untuk menjadi bagian dari perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berkomitmen pada tanggung jawab lingkungan dan sosial.

















