Inspirasi dari Perjalanan Hidup Beffy Irawan, Diaspora Indonesia di Qatar

Beffy Irawan adalah salah satu diaspora Indonesia yang telah melalui 17 tahun kehidupan dan bekerja di Qatar. Perjalanan hidupnya penuh dengan perjuangan dan kerja keras, dimulai dari Bandar Lampung, tempat ia dilahirkan pada tahun 1979. Kisah inspiratif ini menunjukkan bagaimana semangat, ketekunan, dan dukungan keluarga dapat membawa seseorang mencapai kesuksesan di tanah rantau.

Sumber: Buku Beffy Irawan, 2022

Masa Kecil dan Keluarga yang Inspiratif

Lahir dari seorang ayah yang bekerja sebagai Kopral Polisi dan ibu yang aktif mengasah berbagai keterampilan, Beffy tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung pengembangan diri. Ibunya tidak hanya pandai dalam tata rias dan tata boga, tetapi juga menjahit, bermusik, dan berkebun. Dari ibunya, Beffy belajar bahwa pendidikan yang minim bukanlah alasan untuk lemah dan mengeluh. Justru sebaliknya, harus berusaha lebih keras agar bisa bersaing dan memiliki keahlian yang menjadi nilai tambah.

Masa Sekolah dan Awal Mula Perjuangan

Sejak kelas 3 SD, Beffy sudah berjualan gorengan keliling kampung untuk membantu keluarganya. Di SMP, ia membantu orang tua berjualan pecel dan es cendol. Kemudian, saat SMA, Beffy memilih untuk bersekolah di STM jurusan Elektronika dengan tujuan bisa memperbaiki lemari es yang digunakan orang tuanya untuk berjualan es. Setelah lulus STM pada tahun 1996, Beffy melanjutkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Lampung jurusan Teknik Elektro.

Pelajaran Hidup dari Keluarga

Beffy selalu diajarkan untuk hidup mandiri dan kreatif. Ibunya bekerja keras membuka warung kecil, usaha les keterampilan, pesanan kue, hingga rias pengantin. Beffy turut mengalami perjuangan dalam membawa ayam keliling kampung untuk membayar sekolah. Dari sini, Beffy belajar bahwa tidak ada alasan untuk mengeluh dan harus terus berusaha lebih keras.

Selama libur sekolah di STM, Beffy belajar mengendarai truk di perkebunan dan mengurus ladang. Ini semua untuk melatih mental agar tidak gengsi dan tidak malu. Ibu Beffy selalu menasehati untuk mempersiapkan diri menjadi kreatif dan belajar berbagai keterampilan praktis yang bisa dipelajari dari luar bangku sekolah. Seperti memiliki keahlian apakah bidang seni, olah raga teknik atau lainnya yang terpenting berguna sebagai tambahan selain ijazah pendidikan sekolah formal.

Perjuangan di Masa Kuliah

Lulus STM, Beffy dibekali becak oleh orang tuanya sebagai modal mencari nafkah. Namun saat parkir di kos, becak tersebut hilang hanya dalam waktu seminggu. Meski begitu, Beffy tidak patah semangat. Ia bekerja serabutan untuk biaya kuliah dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mulai dari berjualan gorengan, koran, menjadi supir angkot, ojek, kerja bangunan, hingga bekerja di rental komputer untuk pengetikan skripsi. Beffy juga berjualan gorengan tahu, tempe, pisang, dan bakwan di sekitar kampus dengan menggunakan gerobak bekas yang dibelinya dari hasil kerja kerasnya.

Selain kuliah dan bekerja, Beffy terus belajar berbagai keterampilan, seperti service elektronik, bengkel motor dan mobil, las karbit, las listrik, hingga menjadi supir truk dan forklift. Beffy selalu menambah keterampilan diri, menjaga sikap dan perilaku saat berkomunikasi dengan orang lain.

Kesuksesan di Qatar

Sumber: Buku Beffy Irawan, 2022

Pada tahun 2007, Beffy memulai karirnya di Qatar di sebuah perusahaan petrokimia. Kegigihan dan dukungan dari orang terdekat telah mengantarkannya pada kesuksesan. Saat merantau di Qatar, Beffy menahan diri untuk tidak pulang selama empat tahun. Ia kemudian mengajak orang tua dan mertua berlibur di Qatar selama enam bulan dan menunaikan ibadah umroh.

Beffy memiliki sebuah quote inspiratif: “Jangan malu melakukan pekerjaan apa pun yang menjadi landasan kuat untuk mampu bertahan mencapai kehidupan yang lebih baik. Resep keberhasilan berawal dari rumah dan doa orang tua.” Kisah Beffy Irawan adalah bukti nyata bahwa dengan semangat, kerja keras, dan dukungan keluarga, seseorang dapat mencapai kesuksesan di mana pun berada. Tantangan dan rintangan bukanlah halangan untuk mencapai kesuksesan. Semoga kisah ini dapat menginspirasi pembaca untuk terus berjuang dan tidak menyerah dalam mencapai impian.

Artikel Terkait
Cerita dari Qatar

WAHYU IN QATAR

“Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.” (Mario

Read More »