Mengikuti proses rekrutmen bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, terutama jika belum mendapatkan kabar setelah wawancara atau pengiriman lamaran. Namun, melakukan follow up dengan cara yang sopan dan profesional bisa menunjukkan antusiasme serta inisiatif terhadap posisi yang dilamar.

Pastikan kamu melakukan follow-up, jika pengalaman dan kualifikasimu sesuai dengan yang tertera di iklan lowongan kerja! Jika kamu hanya coba-coba apply tanpa memenuhi kualifikasi, kemungkinan besar kamu tidak dihubungi karena memang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut adalah cara terbaik untuk menghubungi HR dan menanyakan perkembangan proses rekrutmen.
1. Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up?
Sebelum menghubungi HR, pastikan kamu memberikan waktu yang cukup bagi perusahaan untuk memproses lamaran. Berikut panduan waktu follow up yang ideal:
- Setelah mengirimkan lamaran: Tunggu sekitar 7–10 hari sebelum menghubungi HR untuk memastikan lamaran telah diterima dan diproses.
- Setelah wawancara: Jika HR tidak memberikan batas waktu untuk pengumuman hasil, Anda bisa menunggu sekitar 5–7 hari sebelum melakukan follow up.
- Jika ada tenggat waktu yang dijanjikan: Jika HR menyebutkan akan menghubungi dalam waktu tertentu, tunggulah hingga tenggat waktu berlalu sebelum mengirim follow up.
2. Pilih Media Komunikasi yang Tepat
Saat ini, ada beberapa cara untuk menghubungi HR terkait follow up proses rekrutmen:
✅ Email – Pilihan terbaik karena bersifat formal dan tidak mengganggu waktu kerja HR.
✅ LinkedIn – Jika sebelumnya berkomunikasi melalui LinkedIn, kamu bisa mengirim pesan singkat yang profesional.
✅ WhatsApp – Gunakan hanya jika HR sebelumnya sudah memberikan kontak pribadi dan mengizinkan komunikasi melalui platform ini.
3. Contoh Follow Up yang Sopan
Berikut contoh yang bisa kamu gunakan untuk follow up:
Subject: Follow-Up on Job Application – [Your Name]
Dear [HR’s Name],
I hope this email finds you well. I wanted to follow up on my application for the [Job Position] at [Company Name], which I submitted on [Application Date].
I am very excited about this opportunity and would love to know if there are any updates regarding the hiring process. Please let me know if you need any additional information from my side.
I truly appreciate your time and consideration, and I look forward to your response.
Best regards,
[Your Name]
[Your Contact Information]
4. Hal yang Perlu Dihindari Saat Follow Up
Agar tetap terlihat profesional, hindari kesalahan berikut saat menghubungi HR:
❌ Terlalu sering follow up – Jika belum ada respons setelah follow up pertama, tunggu setidaknya satu minggu sebelum mencoba kembali. ❌ Menggunakan bahasa yang tidak formal – Hindari penggunaan bahasa yang terlalu santai atau mendesak. ❌ Menanyakan dengan nada menuntut – Pastikan nada pesan tetap positif dan tidak memberikan tekanan kepada HR.

Melakukan follow up dengan sopan dan profesional bisa meningkatkan kesan positif kepada HR serta menunjukkan keseriusan kandidat terhadap posisi yang dilamar. Pastikan untuk memilih waktu yang tepat, menggunakan media komunikasi yang sesuai, dan menyusun pesan dengan bahasa yang formal. Dengan pendekatan yang baik, kamu dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan kabar baik dari proses rekrutmen. Semoga sukses dalam perjalanan bekerja di Qatar!

















