“Auditor Internal ini jumlahnya sedikit tapi memiliki akses langsung ke pusat keputusan dan informasi sebuah perusahaan. Tidak mudah untuk meraih posisi tersebut tapi bukan tidak mungkin selama memiliki keahlian akuntansi dan auditing yang ditunjang oleh sertifikasi Internasional yang relevan dan menguasai lingua franca serta pemahaman atas berbagai industri,”
Nino Fediawan Kusmedi, SE, MMSI
Head of Internal Audit – ORYX GTL

Tidak banyak auditor dari Indonesia yang berkarir di Qatar. Karena sebagian besar ekonomi di Qatar masih dititikberatkan pada sektor minyak dan gas bumi, sebagian besar pekerja migran yang bekerja di Qatar berkarir sebagai profesional di bagian teknikal dan operasional minyak dan gas, dari mulai dari hulu sampai ke hilir. Nino Fediawan Kusmedi merupakan manusia langka itu. Ia tidak hanya berprofesi sebagai auditor, tetapi juga memegang posisi kunci sebagai Kepala Bagian Internal Audit di Perusahaan ORYX GTL. ORYX GTL merupakan sebuah perusahaan kerja sama antara Qatar Petroleum dan Sasol South Africa yang mengoperasikan kilang pengolahan Gas-to-Liquid (GTL). GTL diesel, naphta dan LPG diproduksi oleh ORYX GTL di kota industri Ras Laffan yang berada sekitar 80 kilometer di utara Doha.
Ruang lingkup Internal Audit di ORYX GTL meliputi audit keuangan, komersial, operasional, teknologi informasi dan seluruh aktivitas lain perusahaan. Sebagai Head of Internal Audit, secara fungsional Nino bertanggung jawab langsung kepada Board Audit and Risk Committee yang beranggotakan direktur dan perwakilan dari kedua pemegang saham yaitu Qatar Petroleum dan Sasol. Secara struktural ia melapor kepada CEO dari ORYX GTL, sehingga ia juga termasuk dalam rapat manajemen eksekutif perusahaan secara berkala untuk memberikan masukan mengenai tata kelola perusahaan. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Secretary to the Board Audit and Risk Committee.

Nino bersama rekan sekantor saat merayakan hari nasional Qatar
“Auditor Internal ini jumlahnya sedikit tapi memiliki akses langsung ke pusat keputusan dan informasi sebuah perusahaan. Tidak mudah untuk meraih posisi tersebut tapi bukan tidak mungkin selama memiliki keahlian akuntansi dan auditing yang ditunjang oleh sertifikasi Internasional yang relevan dan menguasai lingua franca serta pemahaman atas berbagai industri,” demikian saran Nino kepada generasi muda Indonesia yang tertarik untuk berkarir sebagai auditor dan akuntan.
Pengalaman profesional Nino di bidang audit perusahaan sangatlah kaya. Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1997, ia memulai karir di beberapa kantor akuntan publik di Indonesia sejak tahun 1996. Lalu ia bergabung dengan Unocal Indonesia Company, sebuah perusahaan minyak dan gas bumi. Di perusahaan ini ia merintis karir mulai dari Internal Control Specialist,sampai menjadi Senior Internal Auditor. Terakhir ia menduduki posisi sebagai Team Leader Internal Audit Chevron Corporation Auditing Asia Pacific, setelah Unocal diakuisisi oleh Chevron.
Nino kemudian melanjutkan karirnya di Kraft Foods Indonesia sebagai Internal Control Manager. Di posisinya yang baru ini, ia bertanggung jawab atas aspek kepatuhan dari seluruh entitas Kraft yang ada di Indonesia terhadap beberapa peraturan di dunia, dimana di dalamnya termasuk kepatuhan atas US Foreign Corrupt Practices Act (FCPA) dan Sarbanes-Oxley.
Kemudian pada tahun 2007 ia mendapatkan tawaran menarik sebagai Internal Audit Services Division Manager di Indocement Tunggal Prakarsa. Setelah menerima pelatihan audit di kantor pusat HeidelbergCement di Jerman maka mulailah Nino menjalankan proses pengubahan fungsi audit internal di Indocement sesuai dengan arahan Group Internal Audit HeidelbergCement.
Pengalaman kerja Nino di Timur Tengah dimulai pada tahun 2009 saat ia bergabung dengan Al-Ghurair Investment (AGI) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), sebagai Internal Audit Manager. AGI adalah sebuah perusahaan Manajemen Investasi dan holding company di UEA dengan portofolio investasi tersebar di Asia Selatan dan Timur Tengah. Nino dan timnya bertanggung jawab melakukan audit operasional dan keuangan atas seluruh anak perusahaan AGI termasuk melakukan uji kelayakan atas target rencana investasi AGI. Setelah dua tahun di Dubai, Nino kembali menekuni karir di industri minyak dan gas bumi di Qatar. Atas saran beberapa temannya yang menggambarkan bahwa suasana di Qatar lebih nyaman dan tenang, akhirnya ia memutuskan pindah ke bergabung dengan ORYX GTL, Qatar pada tahun 2011.
Nino juga memiliki banyak sertifikasi keahlian, khususnya di bidang audit. Ia tercatat di dalam Register Akuntan Negara dan lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik dan bergelar CPA (Certificate Public Accountant) pada tahun 1999. Walaupun begitu, ia terus meningkatkan kemampuan auditing dan akuntansi secara berkala dengan mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi. Beberapa sertifikasi yang sudah diperoleh antara lain CIA (Certified Internal Auditor), CA (Chartered Accountant), CISA (Certified Information System Auditor) dan APM Project Management Qualification (PMQ) untuk manajemen proyek.

Nino saat mengikuti kursus Project Management
Sedangkan untuk memenuhi ketentuan pendidikan berkelanjutan sebagai auditor, Nino juga rutin mengikuti berbagai pelatihan, baik itu di Indonesia, maupun di negara-negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Qatar, UAE, Jerman, Belgia dan Inggris. Tidak hanya itu, Nino juga melanjutkan pendidikan formal dengan mengikuti kuliah S2 di Universitas Bina Nusantara dan lulus sebagai Magister Manajemen Sistem Informasi pada bulan Mei 2018.
Selain bekerja sebagai profesional, ayah dua anak ini mengisi waktu luang untuk silaturahmi, olah raga bersama diaspora Indonesia lainnya di Qatar. Di luar kantor, ia aktif di berbagai kegiatan sosial. Saat ini ia menjabat sebagai ketua Indo-ORYX, komunitas warga Indonesia yang bekerja di ORYX GTL. Bersama istrinya, Dedeh Nursaadah Bastaman, ia mengadakan kegiatan rutin yang bermanfaat bersama keluarga besar Indo-ORYX. Nino juga turut merintis lahirnya klub sepak bola Red Rhino di Qatar. Ia bahkan pernah didaulat menjadi ketua klub sepak bola tersebut pada tahun 2012. Ia memang cukup rajin berolahraga, khususnya olahraga ringan, seperti jogging di hari libur. Saat ini Nino juga tercatat sebagai pengurus ILUNI (Ikatan Alumni UI) Qatar untuk Bidang Kajian Ilmiah, yang telah mengadakan berbagai diskusi ekonomi dan keuangan dengan peserta dari Indonesia dan Timur Tengah.

Nino bersama tim sepak bola Red Rhino
Salah satu hobi Nino adalah mengajar, berbagi ilmu dan berbagi pengalaman dalam melakukan audit. Pada tahun 2001 Nino mulai mengajar di LP3I dan STEI Tazkia untuk mata kuliah Auditing. Dan di tahun 2005 hingga saat ini Nino masih tercatat sebagai dosen tetap Fakultas Ekonomi di Universitas Trisakti mengajar Internal Audit, IT Auditing, dan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Ia juga pernah menjadi instruktur pelatihan akuntansi di Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Qatar dan pelatihan internal audit kepada pegawai di institusi pemeriksaan negara Timor Leste. Pengalaman terakhir menurutnya sangat menarik, karena peserta pelatihan adalah mantan saudara sebangsa dan setanah air, yang sekarang menjadi berbeda negara. “...sehingga bahasa pengantarnya campuran antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, sementara di antara para peserta ada berbicara bahasa portugis.” tukasnya
Pada tahun 2020, Nino dan rekan-rekannya mendirikan Arnhem Consulting & Training (ACT), yang memiliki visi literasi keuangan bagi seluruh warga negara dan menyelenggarakan Kursus Singkat Keuangan (KSK) gratis bagi warga negara Indonesia di Qatar dan Timur Tengah. Selain itu juga, bersama rekan-rekan dari FEUI, Nino mendirikan kelompok diskusi Jakarta Groningen Connection (JGC) yang bertujuan berbagi ilmu dan pengalaman di bidang akuntansi, keuangan, manajemen dan tata kelola kepada mahasiswa Indonesia dan masyarakat umum.
Nino saat mengikuti konferensi internasional IPTC
Hobi lain Nino adalah membaca buku dan mencoba makanan. Ia memiliki koleksi buku juga cukup banyak, lebih dari seratus buku. Koleksi bukunya terutama buku mengenai minyak dan gas, ekonomi, audit, akuntansi, komputer dan terakhir ia sedang memulai koleksi buku-buku tentang keuangan Islam.

Nino saat mengikuti konferensi internasional IPTC
Selain itu, hobinya yang lain adalah mengunjungi museum mobil dan mengoleksi miniatur mobil. Banyak museum mobil di dunia yang sudah ia kunjungi, diantaranya Museum Mercedes dan BMW di Jerman, British Motor Museum di Inggris, Museum Mobil Antik di Sharjah dan pastinya Faisal bin Thani Museum di Qatar yang memiliki koleksi puluhan mobil antik, unik dan juga mobil favorit di setiap zaman.
Selain mengunjungi museum mobil ia juga suka mengoleksi ratusan miniatur mobil berbagai merek dan tipe. Koleksi utama yang ia miliki adalah adalah miniatur mobil buatan Jerman khususnya Mercedes dan BMW.
“Bekerja di perusahaan di Timur Tengah yang memiliki karyawan yang berasal dari puluhan negara, maka penguasaan berbagai bahasa di dalam tim audit akan sangat membantu dalam menangkap seluruh ‘pembicaraan’ di dalam setiap pertemuan dan pekerjaan” ujar Nino menutup wawancara.

















