RATE NAIK, AYO KIRIM UANG KE INDONESIA

“Perjuangan tidak sampai di sini teman, percayalah tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil. Berkompetisi secara positif dengan bangsa lain, agar kita Indonesia tidak menjadi bangsa yang tertinggal. Tetaplah bergerak maju dan berkarya, menjadi bibit unggul anak cucu bangsa yang membanggakan. Demi kita, keluarga, dan Indonesia Raya”

Dian Nurhayati Zakaria (BCA Qatar)

Bermula tahun 2006 perusahaan bank swasta Indonesia, BCA, mengepakkan sayapnya untuk bisa beroperasi di Qatar. Bank ini melanjutkan visi misi dari kerjasama bilateral Internasional untuk meningkatkan sektor ekonomi Indonesia dan Qatar, dengan bekerja sama ke bank lokal yang berada di Qatar maupun Financial Institution lain seperti currency exchange sebagai tempat pengiriman uang ke Indonesia. Bisnis BCA yang telah dan masih dijalani sampai saat ini antara lain export, import, treasury, forex dan remittance.

Pada tahun 2010, saya dan suami memutuskan untuk mencari pengalaman dan pindah ke luar negeri, karena suami mendapatkan panggilan untuk bekerja sebagai engineer di salah satu perusahaan chemical milik Pemerintah Qatar. Tidak lama setelah kami berada di Qatar saya memutuskan untuk melanjutkan bekerja lagi. Di BCA saya ditempatkan sebagai perwakilan di Qatar, walau pada saat itu saya hanya berorientasi untuk mengisi waktu luang

Dan saat bekerja inilah transformasi yang saya alami sangat luar biasa berbeda dengan saya bekerja di Bank sebelumnya di Indonesia. Bagi saya saat itu bukan hanya bisnis branding yang dijalani, tapi saya berpikir apa yang bisa dilakukan untuk masyarakat Indonesia lain yang berada di Qatar. Berbisnis dan dealing dengan warga negara tetangga seperti India, Philippine, Nepal, Arab dan lainnya tidaklah mudah. Pada saat awal inilah, saya mendapati image Indonesia yang terlihat kecil di mata mereka, terutama di kalangan manajemen, yang mereka pikir orang Indonesia di Qatar hanyalah pekerja sebagai pembantu dan maaf, bisa dikatakan kurang berpendidikan.

Perjuangan saya mulai dari sini, tidak menyerah begitu saja, mereka harus bisa melihat warga negara Indonesia yang berada di Qatar bukanlah hanya pembantu saja. Banyak teman-teman lain yang bekerja sebagai profesional di banyak sektor. Saya anggap ini sebagai tantangan saya bekerja. Benak  saya hanya menjunjung tinggi nilai norma bekerja dan menjaga nama baik keluarga, bangsa Indonesia, serta mengubah pandangan mereka. Waktu demi waktu berlalu, dengan dukungan dan kepercayaan dari kantor pusat BCA tepatnya Divisi International Banking BCA, saya dapat melalui segala masalah yang ada dalam pekerjaan.

Uang, uang, uang.

Kami terbiasa melihat ini, tapi sungguh ini adalah cobaan kami, kejujuran dalam mengurus keuangan adalah hal terpenting, dan hal ini saya sampaikan kepada teman yang lain yang bekerja di sektor ini. “Ingat kita berada di negara orang, jangan sampai melakukan hal tidak terpuji karena tidak kejujurannya mengirimkan uang. Walau kita tidak bekerja di kedutaan, kita semua adalah duta Indonesia, jangan sampai berbuat malu karena hilang atau tidak jujurnya uang ke perusahaan”. Ini yang saya sampaikan kepada teman-teman yang lain.

Dan mungkin karena prinsip saya yang begitu keras dan menjadi focal point ini, sehingga membuat saya dipilih sebagai bendahara Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) mulai periode VII sampai IX.

Di sisi lain, tanpa menyampingkan bisnis BCA di Qatar, saya juga memikirkan apa kiranya yang bisa di bantu kepada teman-teman seperjuangan Diaspora Indonesia di Qatar, yang tentunya tidak melampaui norma hukum Bank dan norma hukum lainnya yang berlaku di kedua negara. Bisnis perbankan di Qatar yang banyak berinteraksi dengan masyarakat Indonesia yaitu remittance, baik inward atau outward remittance. Mengingat tingginya tingkat minat masyarakat di Indonesia di Qatar, BCA memberikan premium “rate” kepada Mitra di Qatar, dengan nilai tukar yang bagus, sehingga bisa dimanfaatkan secara menyeluruh kepada masyarakat Indonesia di Qatar. Dan peran saya di sini juga mengamati pergerakan rate yang diberikan mitra kepada masyarakat Indonesia di Qatar. Apabila terlalu down, terlalu jauh dari  harga di pasar uang, maka saat itulah saya melakukan investigasi, apa yang terjadi.

Hal ini saya lakukan semata  agar teman-teman di Qatar bisa mendapatkan nilai harga tukar pengiriman uang ke Indonesia yang bagus, sehingga jika ada selisih ratusan ribu rupiah atau jutaan rupiah lebih tinggi, ini bisa sangat bermanfaat jika diberikan kepada keluarga di Indonesia, digunakan untuk bersedekah atau menambahkan saldo tabungan teman-teman sekalian. Untuk membuktikan ini, anda bisa bandingkan di tempat pengiriman uang lain yang tidak bekerjasama langsung dengan BCA, tentunya disana tidak akan sama dengan apa yang telah diberikan BCA.

Manfaat ini telah dirasakan kepada masyarakat Indonesia di Qatar pada saat Rate naik berbondong-bondong kirim dana ke Indonesia. Rasa takjub saya bukan hanya naiknya bisnis, tingkat volume pengiriman dana ke Indonesia yang meningkat, tetapi juga takjub dengan kesadaran teman-teman seperjuangan yang begitu antusias mengirim uang ke Indonesia, tingkat kesadaran mereka yang merantau di Qatar hanyalah sementara saja, karena negeri ini bukanlah tanah air kita, oleh karena kesadaran itu sebagian besar masyarakat Indonesia di Qatar rajin mengirim uang dalam jumlah besar untuk membeli aset, menabung, membantu keluarga di Indonesia dan juga untuk kebutuhan investasi lain. Kesadaran menabung ini yang membuat saya bahagia. Toh buat apa teman-teman jauh dari keluarga di Indonesia berjuang di sini, jangan sampai tidak ada hasilnya, sedikit atau banyak rajinlah menabung, belilah aset di Indonesia dan upayakan ada hasil dari merantau di negri sahara ini.

Tantangan muncul di tahun 2019 dengan adanya pandemi di hampir semua belahan dunia, termasuk juga Qatar, sehingga bertambahnya lagi regulasi protokol kesehatan yang wajib dipatuhi demi kesehatan bersama. Mulai juga ada aktivitas pengurangan pekerja Indonesia di berbagai sektor dan pengurangan benefit para pekerja di Qatar. Mendengar berita ini saya turut sedih, karena ikut merasakan teman-teman yang bekerja di mitra kami, di beberapa kantor dan sebagian pelayanan cabang mitra harus ditutup. Seiring berjalannya waktu kami pun bisa melalui bersama mimpi buruk ini dan masih bisa bertahan bekerja di tahun pandemi yang mencekam di lingkungan Financial Institution.

Walau tahun pandemi berlanjut dan wabah covid 19 masih  menghantui, kami tetap survive bersama  dan  tidak putus semangat bekerja serta tetap upaya memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia yang berada di Qatar. Semua ini bisa di lalui  karena tak lepas segala sesuatunya berkat dukungan dari KBRI Doha, para tokoh masyarakat dan juga masyarakat Indonesia lainnya yang berada di Qatar yang telah mendukung BCA serta berkat kesetiaannya kepada BCA dan mitra BCA. Di tahun pandemi ini, BCA tetap berjalan melanjutkan visi misi dan saling bersinergi bersama membangun citra masyarakat Indonesia di Qatar yang lebih baik dan saling bekerjasama mendukung satu sama lainnya demi hasil kerja yang maksimal.

Foto-foto di atas adalah dokumentasi kegiatan BCA dalam mendukung aktivitas dan kegiatan masyarakat Indonesia yang berkolaborasi dengan KBRI Doha. Indonesian Lawn Tennis Association (ILTA) mengadakan turnamen perebutan Piala Dubes RI pada bulan Desember 2020.

Kegiatan lain yang dilakukan pada bulan Desember 2020 yaitu ikut merayakan hari Migran Internasional. BCA bekerjasama dengan KBRI Doha dengan memberikan bingkisan kepada pekerja migran Indonesia yang berada di Qatar sebagai tanda kepedulian, termasuk virtual webinar bersama Ibu Menteri Ketenagakerjaan RI Dr.Hj. Ida Fauziyah dan rekan PMI di seluruh belahan dunia. Pada momen ini, rasa haru dan bangga menyertai kita semua pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama. Teringat betapa jauh kita dari tanah air, tetapi darah mengalir tetap selalu cinta Indonesia.

Demikian cerita dari saya, saya ucapkan terima kasih kepada KBRI Doha, tim buku Qatar dan juga terima kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat yang saya banggakan. Semoga dari cerita saya ini dapat menjadi inspirasi serta motivasi kepada rekan-rekan sekalian dan bisa menjadi inspirasi kepada penerus saya suatu hari nanti. “Perjuangan tidak sampai di sini teman, percayalah tidak ada usaha yang tidak membuahkan hasil. Berkompetisi secara positif dengan bangsa lain, agar kita Indonesia tidak menjadi bangsa yang tertinggal. Tetaplah bergerak maju dan berkarya, menjadi bibit unggul anak cucu bangsa yang membanggakan. Demi kita, keluarga, dan Indonesia Raya”.

Doha, 09 January 2021

Artikel Terkait