Apakah Fresh Graduate Boleh Nego Gaji?

Fresh graduate adalah istilah umum untuk menggambarkan seseorang yang baru saja menyelesaikan pendidikan formalnya di perguruan tinggi, baik jenjang diploma, sarjana, atau pascasarjana.

Berdasarkan data yang disadur dari Talenthub, Kemnaker RI, 85% Fresh Graduate takut melakukan nego gaji. Padahal, gaji menunjukkan value dari seorang pekerja. Bagaimana seorang pekerja dan output yang ia hasilkan, dapat dihargai oleh perusahaan.

Lalu, apa saja langkah yang harus dilakukan agar fresh graduate dapat nego gaji dengan baik? Lakukan riset standar gaji di bidang pekerjaanmu!

  • Kamu dapat memulai riset dengan mencari rentang gaji di search engine, seperti Google
  • Riset di situs pekerjaan, seperti LinkedIn, Glassdoor, Glints, Bayt
  • Riset di situs informasi keuangan, seperti Paylab, Payscale, Expactica, Timecamp, maupun situs lainnya
  • Bertanya kepada kolega terkait rentang gaji di posisi dan industri yang kamu lamar
Image: LinkedIn

Misalnya HR bertanya “Berapa ekspektasi gajimu untuk posisi ini?”. Cobalah menjawab dengan santai, yakin, dan dengan suara yang ramah, “Berdasarkan riset yang telah saya lakukan, rentang gaji di posisi ini yaitu X QAR – Y QAR. Menurut saya, kompetensi dan keterampilan yang saya miliki cocok di angka tersebut”.

Untuk dapat lebih meyakinkan HR, kamu juga dapat menyebutkan kelebihan pada dirimu yang dapat menjadi nilai tambah serta kontribusi bagi perusahaan!

  • Saya memiliki keterampilan menggunakan aplikasi Google Workspace
  • Sikap yang menonjol dalam diri saya, yaitu terbuka dengan hal baru dan mau terus belajar
  • Saat bekerja, saya memegang teguh nilai customer & company centric di atas kepentingan pribadi

Perlu dipahami bahwa setiap calon pekerja memiliki hak yang sama untuk melakukan nego gaji, namun tetap lakukan dengan profesional, ya!

Artikel Terkait