Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, bekerja sama dengan OJK & Bank Indonesia menyusun panduan praktis untuk mengelola uang dengan lebih aman & bijak, melalui “Buku Saku Literasi Keuangan bagi PMI & Keluarga”. PMI berperan besar bagi ekonomi nasional melalui remitansi. Namun masih banyak PMI yang menghadapi tantangan pengelolaan uang yang kurang tepat, penipuan keuangan, serta minimnya akses informasi keuangan.

Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut, membantu PMI dalam memahami pengelolaan keuangan, pengenalan produk tabungan, sistem pembayaran, remitansi, KUR bagi PMI, asuransi dan jamsos, investasi, infrastruktur, transaksi digital, transasksi tunai, pelindungi PMI dan layanan konsumen.
Kenapa Banyak PMI Memilih Bekerja di Luar Negeri? karena penghasilan lebih besar, bisa jalan-jalan, menambah pengalaman kerja, serta membantu keluarga & membayar hutang. Karena itu, literasi keuangan sangat penting agar hasil kerja bisa bertahan jangka panjang. Kurangnya informasi & pendampingan keuangan, dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti:
• Gaya hidup tinggi
• Banyak utang sebelum berangkat
• Tidak punya rencana keuangan
• Gaji yang ditransfer tidak dikelola
• Sudah lama bekerja tapi tidak punya tabungan
Tidak selamanya kita bisa menghasilkan uang, ada kebutuhan masa depan yang harus dipersiapkan, dan kebutuhan hidup harus terus dipenuhi. Maka, kita harus mulai mengelola keuangan. Tanpa pengelolaan uang yang baik, akan sulit hidup nyaman di masa depan. Yuk, mulai persiapkan hari tua dengan tujuh langkah sederhana: buat anggaran, pisahkan pos pendapatan, catat & evaluasi, berhemat dan manfaatkan pekarangan rumah untuk membuat kebun kecil, hindari terjebak utang, atur uang tambahan, dan siapkan dana darurat minimal tiga kali kebutuhan bulanan. Baca tips edukasi lainnya di sini

















