“Berbuat baik terhadap sesama sebagai ladang ibadah, dan selalu bersyukur kepada sang Pencipta”.

dr. Rakhmat Soebekti
Saya adalah dr. Rakhmat Soebekti, seorang dokter spesialis kesehatan kerja yang bekerja di perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Qatar, yaitu Qatar Petroleum (QP). Saya lulusan fakultas Kedokteran Undip Semarang. Setelah lulus, saya menjalani pengabdian sebagai dokter PTT di Lombok Timur propinsi Nusa Tenggara Barat selama 3 tahun.
Saya sempat menerima penghargaan dari pemerintah Indonesia dan IDI pusat sebagai dokter teladan tingkat provinsi. Setelah PTT, mulailah saya berkecimpung didunia kesehatan kerja. Hingga saat ini, saya telah berkecimpung di bidang ini selama lebih 30 tahun.
Saya telah bekerja di Qatar sejak tahun 2006. Saya memulai karir di perusahaan ini sebagai Medical Officer QP di salah satu kota industri di Qatar (Ras Laffan) dan saat ini menjadi Lead Medical Officer Unit Kesehatan Kerja QP, yang diberi tugas dan tanggung jawab menangani masalah kesehatan kerja pada tiga wilayah kota industri di Qatar, yaitu Ras Laffan, Mesaieed dan Dukhan. Di samping mengemban pekerjaan utama di QP, saya juga ditunjuk menjadi konsultan kesehatan kerja untuk beberapa perusahaan besar lainnya di Qatar baik di sektor minyak dan gas maupun sektor perusahaan bukan minyak dan gas, seperti petrochemical, fertilizer dan galangan kapal.
Saya juga bahkan sempat terlibat dalam Task Force Kementerian Kesehatan Qatar untuk membuat dan mengembangkan beberapa prosedur serta pelatihan bidang kesehatan kerja tingkat nasional. Pada saat yang sama, saya juga aktif sebagai event organizer sekaligus pembicara dalam berbagai forum dan seminar kesehatan kerja baik tingkat nasional maupun internasional.
Motivasi saya bekerja diluar negeri adalah untuk mendapatkan tantangan baru dalam dunia kesehatan kerja. Saya merasa tantangan ini berbeda antara satu negara dengan lainnya. Tiap negara mempunyai sifat dan kondisi khusus yang membuat tantangan yang dihadapi berbeda. Selain itu, saya juga mengidentifikasi masih berfluktuasinya kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan kerja terhadap karyawan/pekerja antar satu negara dengan negara lainnya. Saya ingin belajar lebih banyak tentang berbagai perbedaan ini dan hal inilah yang membuat saya tertarik dan memutuskan bekerja diluar negeri.
Sesuai dengan spesialisasi dan latar belakang saya sebagai dokter kesehatan kerja, saya merasa memilih pilihan yang tepat saat berkiprah di Qatar. Di Negeri ini, sejak awal saya diberi kepercayaan perusahaan untuk membangun program-program kesehatan kerja yang saat ini telah menunjukkan hasil membanggakan baik bagi perusahaan saya maupun pemerintah Qatar.
Karena kontribusi ini, saya memperoleh beberapa penghargaan baik dari perusahaan maupun pemerintah Qatar. Saya percaya kontribusi ini akan makin dapat dikembangkan mengingat Qatar saat ini sedang gencar membangun di semua sektor industri, termasuk pembangunan dan pengembangan berbagai bidang dimana program-program kesehatan kerja sangat diperlukan. Saya yakin juga bahwa tenaga-tenaga ahli di bidang kesehatan kerja pun akan semakin banyak diharapkan hadir dalam membantu membangun Qatar. Terlebih lagi saat ini Qatar sedang mempersiapkan diri sebagai tuan rumah piala dunia sepakbola 2022.
Foto-foto saat bekerja sebagai dokter perusahaan :

Foto bersama pembicara tamu saat menjadi “chairman”
di International Konferensi Kesehatan Kerja – Doha

Foto Bersama Dekan “Occupational Medicine Faculty Royal College of London” saat melakukan kunjungan di salah satu lapangan kerja QP
Membangun Sepak Bola Indonesia di Qatar
Saya sangat mencintai sepak bola. Sejak remaja dan saat kuliah di fakultas kedokteran, saya berpartisipasi dalam klub sepakbola profesional di Indonesia. Sepakbola telah menjadi bagian hidup saya.
Dalam waktu 2 bulan sejak menginjakkan kaki di Qatar, tepatnya pada bulan Maret tahun 2007, saya bersama beberapa rekan Indonesia yang mempunyai kesenangan terhadap sepakbola membentuk perkumpulan yang namanya Persatuan Sepakbola Indonesia di Qatar yang disingkat PERSIQA. Klub ini merupakan cikal bakal perkumpulan-perkumpulan sepakbola masyarakat Indonesia di Qatar. Tujuan saya dan rekan-rekan membangun perkumpulan sepakbola ini adalah untuk mewadahi serta menyalurkan aktivitas dan hobi masyarakat Indonesia penggemar sepak bola di Qatar.
Dengan terus berkembangnya klub-klub sepak bola masyarakat Indonesia di Qatar, saya bersama sejumlah rekan serta didukung oleh PERMIQA dan KBRI mendirikan induk organisasi sepak bola masyarakat Indonesia di Qatar, yaitu Indonesian Football Association in Qatar atau disingkat IFQ. Ini terjadi pada tahun 2013.
Organisasi non-profit ini menjadi sentral kegiatan sepak bola masyarakat Indonesia di Qatar. Setiap tahunnya, IFQ aktif menggelar kejuaraan sepakbola, seperti liga dan turnamen senior, turnamen-turnamen yunior serta mengupayakan keikutsertaan komunitas bola Indonesia di Qatar untuk ikut bermain dan berlaga pada sejumlah pertandingan-pertandingan tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Qatar Football Association (QFA) di Qatar.
Kegemaran bermain bola yang terus dibina sejak dari Indonesia membuat saya tidak bisa lepas dari kegiatan ini. Kini, disela-sela kesibukan bekerja, saya juga aktif sebagai pelatih klub senior PERSIQA, pelatih klub yunior Red Rhino Doha serta pelatih Timnas Garuda Qatar serta sekaligus menjabat sebagai ketua IFQ di periode kedua.
Saya sangat senang dan enjoy dengan pekerjaan dokter yang saya geluti. Walaupun sibuk, waktu untuk sepak bola tetap bisa saya diatur. Motto hidup saya “berbuat baiklah terhadap sesama sebagai ladang ibadah, dan selalu bersyukur kepada sang Pencipta”. Semoga sepak bola Indonesia akan selalu jaya, sebagaimana semakin jaya dan berkembangnya program kesehatan kerja di berbagai negara. Amin…

Tim Nasional Garuda Qatar menjadi juara 1 Asian Communities Football Tournament 2013

Foto Bersama klub junior Red Rhino binaan nya

Dokter Rakhmat (nomor dua dari kiri) bersama Ketua Bidang Pertandingan Qatar Football Association (QFA) pada acara pengundian grouping di turnamen Asian Communities Football Tournament (ACFT).
SUMBER : BUKU “MUTIARA INSPIRASI DARI QATAR”

















