KBRI Doha Mendampingi Delegasi Kemnaker RI, Mengokohkan Diplomasi Ketenagakerjaan di The 6th ICLM

Doha, 17 Oktober 2025 – Delegasi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) yang dipimpin oleh Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, Ph.D. menghadiri The 6th Islamic Conference of Labour Ministers (ICLM) yang berlangsung di Doha, Qatar, pada 14–17 Oktober 2025. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperkuat diplomasi ketenagakerjaan Indonesia dalam forum multilateral negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta menjajaki kerjasama bilateral di bidang produktivitas, pelatihan vokasi, dan penempatan tenaga kerja terampil. Delegasi RI turut didampingi oleh Duta Besar RI untuk Qatar, H.E. Ridwan Hassan, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, perwakilan Biro Kerja Sama Kemnaker, dan Atase Ketenagakerjaan KBRI Doha.

Dalam sesi pleno pada 16 Oktober 2025, Menaker Prof. Yassierli menyampaikan pernyataan nasional Indonesia, menegaskan dukungan penuh terhadap Doha Resolution serta empat prioritas kebijakan nasional yang sejalan dengan kerangka kerja OKI. Empat prioritas tersebut meliputi:

  1. Perlindungan keselamatan dan kesejahteraan pekerja, melalui penguatan pencegahan, riset, dan kolaborasi multipihak.
  2. ⁠Penguatan keterampilan tenaga kerja masa depan, melalui transformasi balai pelatihan menjadi Talent and Innovation Hubs dan perluasan program pemagangan.
  3. ⁠Gerakan Nasional Produktivitas, sebagai penggerak utama pekerjaan layak dan pertumbuhan berkelanjutan.
  4. ⁠Perluasan pekerjaan layak dan inklusif bagi pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas dengan dukungan kebijakan berbasis data.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga mengusulkan pembentukan OIC Productivity Network sebagai platform kerja sama antarnegara OKI untuk peningkatan produktivitas tenaga kerja dan pertukaran praktik baik. Selain mengangkat isu produktivitas dan inklusivitas kerja, Indonesia juga menegaskan solidaritas terhadap Palestina, serta menyampaikan dukungan terhadap ILO’s Emergency Response Plan sebagai bentuk kontribusi terhadap pemulihan pasar kerja di wilayah terdampak krisis.

Konferensi ICLM ke-6 yang mengusung tema “Local Experiences, Global Achievements: Success Stories from the Islamic World” dihadiri oleh para Menteri Ketenagakerjaan dan pimpinan delegasi dari 56 negara anggota OKI, organisasi regional dan internasional, akademisi, serta pakar ketenagakerjaan. Dalam forum tersebut, Indonesia bersama lima negara lainnya — Yordania, Sierra Leone, Yaman, Lebanon, dan Nigeria — turut menandatangani Statuta OIC Labour Centre, sehingga jumlah negara penandatangan meningkat menjadi 32. Statuta ini akan menjadi dasar penguatan kerja sama antarnegara anggota OKI di bidang ketenagakerjaan, perlindungan sosial, serta pengembangan keterampilan tenaga kerja. Konferensi juga memutuskan bahwa ICLM ke-7 akan diselenggarakan di Irak pada tahun 2027.

Di sela-sela konferensi, Menaker RI mengadakan pertemuan bilateral dengan sejumlah pihak, antara lain Menaker Azerbaijan, Menaker Qatar, Menaker Turki, Menaker Sudan, Wakil Menaker Arab Saudi, Dirjen OIC Labour Centre, Regional CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dan Diaspora RI di Qatar.

Dalam pertemuan dengan Menteri Ketenagakerjaan Qatar, H.E. Dr. Ali bin Saeed bin Samikh Al Marri (15 Oktober 2025), kedua pihak sepakat membentuk Joint Working Committee yang akan membahas isu future of jobs dan future skills, serta kerja sama pengembangan Labour Market Information System (LMIS). Pemerintah Qatar menyambut positif usulan penempatan tenaga kerja Indonesia berkeahlian menengah dan tinggi melalui skema pemagangan dan kerja sama antar lembaga pelatihan.

Menaker RI juga bertemu Regional CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Mr. Ahmad Al-Neama, pada 16 Oktober 2025. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyampaikan komitmen mendukung pengembangan Talent and Innovation Hub, serta potensi penyerapan tenaga kerja Indonesia hingga 10.000 orang, termasuk penyediaan layanan ketenagakerjaan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Selain itu, pada 17 Oktober 2025, Menaker RI berdialog dengan pekerja, praktisi, dan akademisi Indonesia di Qatar, yang mendorong kontribusi aktif diaspora dalam penguatan program pemagangan dan penempatan tenaga kerja, khususnya di sektor energi dan hospitality.

Partisipasi aktif Delegasi RI pada ICLM ke-6 memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dunia Islam dalam isu ketenagakerjaan dan produktivitas. Melalui diplomasi ketenagakerjaan, Indonesia berkomitmen mendorong pembangunan pasar kerja yang inklusif, produktif, dan berkeadilan, sejalan dengan semangat solidaritas dan kemajuan bersama antar negara anggota OKI.

Artikel Terkait