PERJUANGAN MENITI KARIR SEBAGAI HEAD OF OPERATION

Kuncinya adalah berbagi untuk mendukung orang lain dengan kelebihan yang kita punya dan sahabat-sahabat lain juga tentunya akan membantu dalam kekurangan-kurangan kita.”

Teuku Anwar Umar

Saya Teuku Anwar Umar. Pertama kali menjejak bumi Qatar  pada tahun 1998. Tak terasa telah bermukim di bumi padang pasir ini selama 22 tahun. Tentu banyak suka dan duka menyelimuti selama saya merantau di negeri penghasil mutiara dulunya, sebelum ditemukan minyak dan gas.

Saya bekerja sebagai Head of Operation di Qatargas membawahi Gas processing unit dari inlet facilities sampai LNG liquefaction unit, dan juga Helium gas processing unit dari purification unit sampai ke Helium liquefaction unit.

Selama bekerja di Qatar, saya pernah di percayakan sebagai LNG Plant commissioning lead, Helium Refinery Plant commissioning lead (He-I dan He-II) dan juga leading beberapa scope expansion project di Qatargas.

Karier di Qatar diawali sebagai senior operator dan mendapat kepercayaan sebagai Head of Operation di tahun 2007.

Datang ke Qatar berbekal pengalaman LNG processing yang mem-proses gas alam dari ambient temperature yang kemudian di cairkan sampai ke temperature -160 deg.C.

Di tahun 2005 dengan LNG background terpilih sebagai team leader untuk commissioning Helium  Refinery Plant yang pertama di Qatar dan itu juga pertama kali untuk wilayah Arabian peninsula.

Di mana Helium process adalah mencairkan Helium gas dari temperature ambient ke bentuk Liquid dengan temperatur -268 deg.C . Membutuhkan masa lebih dari setahun untuk membentuk Helium-1 Plant to normal operation.

Kemudian di tahun 2012 kembali di serahkan kepercayaan memimpin Helium-II Plant project hellocommissioning, Helium-II plant start produksi  di tahun 2013 yang membawa Qatar menjadi world largest Helium production Unit yang menyediakan 25% world total Helium production.

Helium adalah bahan produk yang sangat dibutuhkan secara global karena dibutuhkan di beberapa sektor perindustrian, contohnya penggunaan di proses semikonduktor, fiber optic cable, space exploration, scientific research, professional hyperbaric diving dan untuk mendinginkan super conducting magnets di MRI scanner.

Mengawali karier sebagai seorang operator LNG di PT. Arun  Aceh, setelah tamat SMA mengikuti test di PT. Arun, Aceh. Alhamdulillah diterima dan mengikuti training program selama 1.5 tahun. Alhamdulillah tak lama lulus menjadi seorang LNG plant operator.

Awalnya bercita-cita setelah tamat SMA ingin menjadi seorang sarjana pertanian tapi Allah membawa ke rezeki sebagai seorang operator sampai bisa bekerja di Qatar. Datang ke Qatar dengan keterbatasan dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, tapi berkat kemauan, kerja keras dan juga dukungan dari keluarga serta para sahabat di tempat kerja, maka dengan waktu 9 tahun bisa mencapai posisi jabatan Head of Operation.

Saat pertama datang ke Qatar di tahun 1996 dengan status kontrak untuk commissioning team dari PT. Arun untuk mensupport first LNG Train start up di Qatargas selama 6 bulan, penuh dengan kisah-kisah pembelajaran saat pertama kali bekerja di luar negeri dengan operators dari bangsa-bangsa lainnya. Dari hanya menjadi pendengar saja di awal bekerja dikarenakan keterbatasan dalam berbahasa Inggris tapi akhirnya selama 6 bulan kontrak berani berbicara di depan kawan-kawan bangsa lain.

Kuncinya adalah berbagi untuk mendukung orang lain dengan kelebihan yang kita punya dan sahabat-sahabat lain juga tentunya akan membantu dalam kekurangan-kurangan kita.

Selesai kontrak, saya kembali ke PT. Arun dan bergabung Rasgas di tahun 1998, berbakal pengalaman kontrak 6 bulan membuahkan sebuah pengalaman untuk lebih berani mengeluarkan pendapat-pendapat di setiap pertemuan. Kuncinya adalah jangan ragu dalam mengeluarkan pendapat dan simaklah pendapat orang lain di setiap pertemuan.

Sebagai seorang pekerja yang datang ke Qatar dengan penuh pengalaman  tentunya kita selalu dikenal dengan ‘pekerja keras’ karena bisa menyelesaikan semua masalah di pabrik dengan sigap akan tetapi kurang mampu dalam penyampaian dasar masalahnya.  Kita harus  berani memulai untuk mengungkapkan akar setiap masalah di setiap kesempatan  sebelum orang lain yang mengambil alih. Kadang kita hanya berani menyampaikan ke teman-teman sebangsa di luar pertemuan dari pada ke supervisor, alhasil kita yang bekerja tapi orang lain yang mendapatkan nama.

Kadang kala tidak semua kemampuan yang kita miliki, perlu kita bagi, kalau sahabat-sahabat tersebut akan  mengambil manfaatnya dengan kemampuan kita, lebih baik simpan saja dan jangan ada rasa malu bertanya kepada yang lebih muda karena ilmu dan masalah di plant area selalu ada hal-hal yang terbaru. Kepada supervisor kita harus bisa bertanya yang membuat supervisor mengetahui bahwa kita menguasai masalah-masalah yang sedang berlangsung.

Bekerja di perusahaan yang pekerjanya berasal dari berbagai bangsa tentulah tidak mudah, kita harus selalu bisa beradaptasi untuk mempelajari kultur kerja di perusahaan dan melupakan kultur kerja dari perusahaan kita sebelum nya. Kalau ada hal-hal baru dan susah untuk dimengerti  maka  gunakanlah kemampuan untuk bertanya kepada sahabat-sahabat terdekat, yang lebih paham setiap masalah di pekerjaan. Sehingga bisa memberi hasil yang sedang dibutuhkan oleh supervisor.

Di sela-sela kesibukan bekerja di perusahaan, saya juga ikut membantu kegiatan social di grup masyarakat Indonesia. Berawal dari memimpin group lingkungan tempat kerja dengan nama Ikatan Komunitas Indonesia (IKI) dan juga Masyarakat daerah asal yang di Qatar dengan nama Masyarakat Serambi Mekkah di Qatar (MasMeQar) dimana dipercaya memimpin organisasi kegiatan sosial tersebut.

Pengalaman berorganisasi di Qatar dan banyaknya  bertemu dengan beberapa publik figur dari Indonesia yang datang ke Qatar, menumbuhkan keberanian untuk melakukan beberapa gerakan sosial dan bisnis di Indonesia.

Sebagian gerakan yang sudah dirintis adalah:

  • Kegiatan Philanthropy melahirkan Sahabat Peduli Langsa (SPL) – Adalah suatu NGO untuk berbagi kepada sodara2 yang membutuhkan di kota di mamana saya dibesarkan.
  • Melahirkan sebuah Balai Hafizh Al-Quran (BBQ) – yang didanai oleh sahabat MasMeQar untuk melahirkan generasi muda yang Hafizh Al-quran di Aceh. Saat ini, BBQ telah mempunyai sebuah Gedung operational dengan sebanyak 400 murid.
  • Melahirkan ide koperasi di Qatar bersama Masyarakat daerah untuk melakukan bisnis di Indonesia. Khususnya di daerah asal yang sekarang telah berjalan  trading komoditas kopi sebesar dua puluh ton dalam satu bulan.
  • Founder dari PT. Sumatran Food Trade – Wirausaha dalam perindustrian Makanan dan pertanian.

***

Artikel Terkait