MENJEMBATANI INDONESIA DI QATAR

“Setelah tiba di Qatar, saya mulai merasakan tantangan untuk bekerja lebih baik dan profesional. Bekerja di Qatar bukan hanya berarti bekerja ribuan kilometer dari negeri Indonesia tetapi juga berhadapan dengan adat istiadat serta karakter yang berbeda dari masyarakat yang tinggal di Qatar. Multi-culture challenge”

Tubagus Ardhani Reswara

Saya Tubagus Ardhani Reswara. Saya merupakan perwakilan bisnis Bank Negara Indonesia (BNI) untuk negara Qatar. Menjejakkan kaki pertama kali di Qatar pada awal Januari 2016, saya tidak pernah menyangka bahwa pada akhirnya saya akan jatuh hati pada negara yang berada di teluk Arab ini.

Kalau boleh jujur, saya bahkan hanya tahu sedikit sekali perihal Qatar saat sebelum ke negeri ini. Karena sebagai orang awam, jika berbicara Timur Tengah saat itu maka yang terbesit dalam pikiran adalah negara Saudi Arabia dan Dubai.

Sungguh tidak pernah terlintas dalam benak saya bahwa saya akan ditunjuk oleh BNI menjadi perwakilan di Qatar. Selama bertahun-tahun dalam karir saya, saya kebanyakan bekerja didalam negeri.

Bekerja di Qatar merupakan pengalaman pertama saya bekerja diluar negeri.

Karena itu, saat saya ditugaskan ke negeri ini saya memiliki perasaan berbaur; antara rasa senang dan bimbang. Senang karena saya akan menemukan pengalaman baru. Bimbang dan ragu tentang akankah saya dapat survive di Qatar?

Setelah tiba di Qatar, saya mulai merasakan tantangan untuk bekerja lebih baik dan profesional. Bekerja di Qatar bukan hanya berarti bekerja ribuan kilometer dari negeri Indonesia tetapi juga berhadapan dengan adat istiadat serta karakter yang berbeda dari masyarakat yang tinggal di Qatar. Multi-culture challenge. Memang di Qatar sekitar 70% penduduknya adalah pendatang atau imigran. Mereka datang ke Qatar membawa adat dan karakter mereka yang unik.  

Saya pun mulai bekerja secara profesional menghadapi tantangan ini. Bersama dengan KBRI dan kelompok-kelompok masyarakat, saya berusaha menjembatani Indonesia khususnya dalam bidang perbankan. Kebutuhan masyarakat Indonesia yang berada di Qatar akan bisnis dan pelayanan perbankan sangatlah beragam. Tidak hanya pengiriman uang (remittance), tetapi ada juga kegiatan pembukaan rekening, pembelian obligasi, konsultasi kredit, hingga kebutuhan persiapan dana pensiun. Alhamdulillah, kami mendapat kepercayaan dari sebagian besar warga negara Indonesia di Qatar dari berbagai kota seperti Al Khor, Doha, Messaid, Wakra, Dukhan, Umm Salal, Ruwais, dan sebagainya untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan perbankan tersebut.

Saat di Qatar, saya bekerja bukan hanya duduk dan bekerja di kantor. Tetapi saya melakukan kegiatan menjemput bola dari camp ke camp, dari compound ke compound, dari villa ke villa, hingga dari community-ke community. Kami berusaha memberi pelayanan kebutuhan dan servis perbankan yang profesional. Literasi keuangan dan sosialisasi juga tak luput kami lakukan kepada WNI serta pekerja migran Indonesia di Qatar. Tujuan kami bukan hanya terkait dengan bisnis tetapi turut membantu WNI dan pekerja migran agar dapat mengatur keuangan mereka lebih baik selama di perantauan dan setelah kembali ke Indonesia.

Banyak sekali kegiatan-kegiatan atau acara yang kami selenggarakan untuk WNI di Qatar. Selain ajang untuk bersuka ria, acara-acara tersebut merupakan momen bersilaturahmi antar WNI di Qatar. Alhamdulillah, BNI selalu ikut berpartisipasi atau menginisiasi acara-acara tersebut. Acara-acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan pekerja migran.. Hal ini membuat kami sangat bahagia sekaligus terharu, terutama saat melihat besarnya antusiasme dari pekerja migran dalam setiap event yang diselenggarakan. Pada setiap acara, bukan hanya kegiatannya yang menarik tetapi juga karena selalu disediakan makanan sajian khas Indonesia. Ini membuat kami dan orang-orang Indonesia menuntaskan rasa kangen terhadap kuliner tanah air. Perlahan tapi pasti, saya menemukan rumah, kehangatan, dan persaudaraan di negeri ini.

Sirnalah perasaan bimbang yang pada awalnya menghantui saya.

Pada bulan Mei 2020, penugasan saya berakhir di Qatar. Bank BNI memberikan saya amanah baru untuk berkarya di Malaysia. Saya merasa berat hati karena hati dan jiwa saya sudah menemukan kebahagiaan di Qatar. Akan tetapi sebagai seorang profesional, tugas tetap tugas. Kemanapun dan apapun itu harus tetap dijalankan dengan sebaik mungkin.

Selama kurang lebih 4,5 tahun penugasan saya di Qatar, bisa saya katakan bahwa yang saya rasakan adalah suka dan hampir tidak ada duka. Mungkin ada yang tidak percaya bisa saya berkata begini; namun inilah kenyataan yang saya rasakan. Banyak orang mengatakan Timur Tengah adalah daerah panas dan gersang, tetapi saya tidak merasakan hal demikian. Yang saya rasakan justru adalah sebuah negara yang ‘sejuk’ dengan persaudaraan dan tata krama yang baik.

Negaranya sangat maju dengan tata kelola negara amat sangat baik. Stigma Timur Tengah sebagai negara panas dan gersang dalam arti kebahagian menurut saya tidak tepat.

Karena itu, kepada teman-teman warga negara Indonesia yang akan datang ke Qatar, saya ingin menyampaikan bahwa buanglah jauh-jauh rasa kuatir. Teman-teman akan menemukan Qatar seperti rumah sendiri. Di Qatar kita memiliki banyak teman-teman Indonesia yang akan menjadi  teman dan juga keluarga baru. Bertualanglah di Qatar, berkaryalah di Qatar. Dan semoga suatu saat anda kembali ke Indonesia dengan penuh kebahagiaan karena telah berhasil dan sukses menjalani hidup dan kehidupan di Qatar.

Artikel Terkait
Bisnis

Job Order Application

​Job order applications can only be made by an accredited employment agency or representative of the user company with the

Read More »