Doha Masuk Daftar World’s Best Cities 2026, Ini yang Perlu Diketahui Pekerja Indonesia

Doha kembali mencatatkan capaian penting di tingkat global. Ibu kota Negara Qatar ini resmi masuk dalam World’s Best Cities Report 2026 yang dirilis oleh Resonance Consultancy, sebuah lembaga internasional yang menilai daya saing kota-kota dunia berdasarkan kinerja dan persepsi global.

Image: Visit Qatar

Masuknya Doha dalam daftar 100 kota terbaik dunia menegaskan posisi Qatar sebagai kota yang terus berkembang, dengan fondasi kuat pada stabilitas ekonomi, infrastruktur modern, serta kualitas hidup yang kompetitif—faktor-faktor yang relevan bagi pekerja dan calon pekerja Indonesia di Qatar.

World’s Best Cities Report merupakan laporan tahunan yang menganalisis lebih dari 400 kota di dunia. Penilaian dilakukan menggunakan metodologi Place Power™, yang menggabungkan data statistik dengan persepsi warga dan pengunjung. Penilaian didasarkan pada tiga pilar utama:

  • Livability (kelayakan hidup),
  • Lovability (daya tarik kota), dan
  • Prosperity (kesejahteraan dan peluang ekonomi).

Hasilnya memberikan gambaran menyeluruh tentang performa dan arah perkembangan suatu kota di tingkat global.

Kinerja Kuat di Sektor Ketenagakerjaan

Salah satu sorotan utama Doha dalam laporan ini adalah kinerja pasar tenaga kerja. Doha tercatat menempati peringkat pertama dunia dalam indikator Labour Force Participation dan Unemployment Rate.

Capaian ini mencerminkan kondisi pasar kerja yang stabil, tingkat partisipasi tenaga kerja yang tinggi, serta lingkungan ekonomi yang relatif kondusif. Bagi pekerja migran, termasuk pekerja Indonesia, indikator ini menjadi sinyal penting mengenai peluang kerja dan keberlanjutan ekonomi.

Lonjakan Pariwisata dan Pertumbuhan Sektor Jasa

Laporan tersebut juga mencatat kebangkitan sektor pariwisata pasca-Piala Dunia FIFA 2022. Sepanjang tahun 2024, lebih dari lima juta wisatawan berkunjung ke Qatar, dengan tingkat hunian hotel mendekati 70 persen.

Pertumbuhan ini mendorong ekspansi sektor perhotelan, ritel, dan layanan pendukung lainnya—sektor yang banyak menyerap tenaga kerja, termasuk tenaga kerja asing.

Infrastruktur Transportasi Bertaraf Global

Penguatan infrastruktur menjadi faktor penting dalam peningkatan daya saing Doha. Hamad International Airport kini memiliki kapasitas lebih dari 65 juta penumpang per tahun setelah dibukanya concourse D dan E, dilengkapi dengan fasilitas modern dan layanan ritel kelas dunia.

Di dalam kota, sistem Doha Metro dan jaringan jalan yang terintegrasi turut mendukung mobilitas tenaga kerja dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Investasi Asing dan Diversifikasi Ekonomi

Pada tahun 2024, Qatar berhasil menarik sekitar USD 2,74 miliar investasi asing langsung (FDI) melalui ratusan proyek baru yang menciptakan lebih dari 9.000 lapangan kerja.

Laporan tersebut juga menyoroti peran Free Zones dalam mendukung e-commerce dan industri manufaktur ringan, sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekonomi Qatar di luar sektor energi.

Penguatan Sektor Budaya dan Gaya Hidup Kota

Selain ekonomi, Doha juga memperkuat identitasnya sebagai kota budaya dan kreatif. Kawasan seperti Msheireb Downtown Doha dan Katara Cultural Village menjadi pusat kegiatan seni dan budaya.

Ke depan, peluncuran agenda budaya internasional seperti Art Basel Qatar yang dijadwalkan pada 2026 diperkirakan akan semakin meningkatkan profil global Doha.

Makna bagi Pekerja Indonesia

Masuknya Doha dalam World’s Best Cities Report 2026 menunjukkan bahwa kota ini tidak hanya berkembang dari sisi fisik, tetapi juga dari aspek peluang ekonomi dan kualitas hidup. Bagi pekerja Indonesia, pemahaman terhadap dinamika ini penting sebagai bagian dari kesiapan kerja dan perencanaan karier.

Sebagai Atase Ketenagakerjaan, KBRI terus mendorong pekerja Indonesia untuk meningkatkan kompetensi, memahami hak dan kewajiban ketenagakerjaan, serta memanfaatkan peluang kerja secara aman dan legal di Qatar.

Meskipun masih berada pada peringkat ke-100, laporan ini menegaskan bahwa kinerja nyata Doha—khususnya di sektor ketenagakerjaan dan ekonomi—melampaui persepsi global. Dengan investasi berkelanjutan dan strategi pembangunan jangka panjang, Doha diposisikan sebagai salah satu kota berkembang yang patut diperhitungkan di masa depan.

Bagi pekerja Indonesia, informasi ini menjadi bagian dari literasi ketenagakerjaan global, agar setiap langkah kerja di luar negeri diambil dengan kesiapan, perlindungan, dan perencanaan yang matang.

Artikel Terkait