Rekanaker, pernah mendengar cerita teman yang ingin pulang setelah baru beberapa minggu kerja di Qatar? Bukan karena masalah pekerjaan, tetapi karena budaya dan kehidupan sehari-harinya. Seperti cuaca panas, cita rasa makanan yang berbeda, hingga gaya hidup yang serba baru bisa menjadi tantangan besar. Makanya, sebelum berangkat, yuk kenali dulu seperti apa kehidupan di Qatar biar kamu bisa lebih siap. Qatar merupakan salah satu negara modern dengan infrastruktur canggih, namun masih sangat menjaga nilai budaya dan tradisi Islam.

Musim panas di Qatar bisa mencapai 50°C. Suhu terpanas yang pernah tercatat di Qatar adalah 50,4°C (122°F) pada 14 Juli 2010. Meskipun suhu musim panas rata-rata lebih rendah, Qatar dikenal dengan panasnya yang tinggi, dengan suhu yang seringkali melebihi 40°C dan terkadang mencapai pertengahan 50-an. Meski demikian, musim dingin terasa sejuk, bahkan perlu menggunakan jaket di malam hari agar tetap hangat.
Pakaian & Etika Berbusana
Qatar menghormati kesopanan dalam berpakaian, ekspatriat perlu memperhatikan etika pakaian harus menutup bahu dan lutut, serta hindari pakaian ketat atau transparan. Tidak diwajibkan berjilbab, tapi harus berpakaian sopan. Saat Ramadan, aturan ini dijaga lebih ketat.
Kebiasaan Salam
Salam di Qatar bisa berbeda dengan di Indonesia. Pria saling berjabat tangan, namun tidak berjabat tangan dengan wanita, kecuali wanita yang memulai. Ucapan salam umumya “Assalamu’alaikum” atau “Marhaban”. Jika ingin lbih sopan, kamu bisa meletakkan tangan di dada saat menyapa.
Kuliner Qatar kaya rasa dan penuh rempah, sepetti Machboos (nasi bumbu dengan daging), Hummus, Kebab, hingga Kahwa (kopi Arab). Kahwa bukan hanya kopi, tapi simbol keramahan. Disajikan tanpa gagang, diminum tangan kanan, dan dikocok lembut saat selesai. Alkohol sangat dibatasi dan hanya bisa dibeli di hotel tertentu atau toko khusus bagi yang memiliki izin resmi. Ramadan adalah bulan suci yang dihormati. Selama Ramadan, suasana berubah. Saat siang hari, banyak restoran yang tutup. Sedangkan di malam hari, suasana ramai dengan acara iftar dan suhoor. Jika kamu tidak berpuasa, jangan makan/minum di tempat umum saat siang hari.
Banyak pekerja migran yang baru di Qatar, merasa kaget dengan suhu panas, sulit menyesuaikan makanan, hingga bingung dengan aturan sosial. Itu hal yang wajar, dan bisa diatasi. Jadi, yuk pahami dulu budayanya, lalu adaptasi pelan-pelan.

















