
Menurut data dari GCC Statistical Center (GCC-STAT), Qatar telah menjadi pemimpin di kawasan GCC dalam hal efisiensi pasar tenaga kerja, dengan mencatat tingkat pengangguran terendah di kawasan GCC, hanya 0,1% pada kuartal II 2024. Laporan tersebut menyoroti bahwa ekspatriat menyumbang 84,5% dari jumlah pekerja di Qatar, salah satu proporsi tertinggi di kawasan GCC, dengan jumlah 2,2 juta pekerja ekspatriat.
Meski sangat bergantung pada tenaga kerja asing, tingkat pengangguran di kalangan warganegara Qatar tetap minim, dengan angka 0,1% untuk pria dan 0,4% untuk perempuan. Persentase ini jauh di bawah rata-rata GCC yaitu 1,6% untuk pria dan 10,8% untuk perempuan.
Di antara negara di GCC, Oman (3,6%) dan Arab Saudi (3,5%) melaporkan tingkat pengangguran tertinggi, khususnya di kalangan perempuan. Sebaliknya, angka Qatar mencerminkan kondisi hampir full employment. Dari sisi komposisi tenaga kerja nasional, pekerja pria Qatari mencakup 58,9%, sementara pekerja perempuan Qatari mencakup 41,1%. Jumlah ini merupakan tingkat partisipasi perempuan tertinggi kedua di GCC setelah Arab Saudi.
GCC-STAT menilai bahwa kebijakan penciptaan lapangan kerja yang kuat, pemberdayaan tenaga kerja perempuan, serta efisiensi pasar tenaga kerja menjadi pendorong utama ketahanan ekonomi Qatar.
- Qatar masih bergantung pada tenaga kerja asing (84,5%), artinya kebutuhan pekerja dari luar negeri masih tinggi.
- Tingkat pengangguran yang sangat rendah, artinya peluang kerja stabil.
- Kebijakan penciptaan lapangan kerja & efisiensi pasar tenaga kerja dapat menjadi peluang kerja baru yang terus terbuka, misalnya di sektor konstruksi, aviasi, hingga LNG.
Dengan pasar kerja yang efisien & terbuka bagi ekspatriat, Qatar menjadi salah satu destinasi terbaik untuk PMI. Pastikan mencari informasi lowongan melalui sumber resmi seperti website career perusahaan, P3MI dan recruitment agency yang terdaftar. Mari wujudkan kerja aman, sejahtera, & bermartabat di luar negeri!
















