(Banyu Ardiansyah)
“Saya percaya, jika kita yakin dengan kemampuan diri sendiri serta mau banyak belajar, maka Allah SWT akan membantu jalan kita.”
Nama saya Mohammad Banyu Ardiansyah, saya berasal dari sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Barat, yaitu Garut. Sebuah kota berhawa sejuk karena daerahnya masih dikelilingi pegunungan. Mungkin tidak asing lagi bahwa Garut merupakan daerah penghasil kerajinan kulit dan dodol yang menjadi makanan khas kami. Sebenarnya saya terlahir di kota Bandung, bersekolah dasar di sana. Kemudian saya mengikuti orang tua pindah ke kota Garut dan menempuh pendidikan hingga SMA. Setelah lulus dari SMA, saya melanjutkan kuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil jurusan Teknik Kimia saat itu.
Setelah lulus kuliah saya sempat bekerja di berbagai kota di Indonesia. Bandung, Jakarta, Cilacap, dan Kalimantan. Kota-kota tersebut menjadi tempat mencari nafkah sebelum saya bekerja di Qatar. Disini saya akan sedikit berkisah selama bekerja di negara ini. Sempat ragu dan tidak percaya diri tapi Alhamdulillah hingga sekarang saya sudah mulai terbiasa dan kerasan bekerja disini. Walaupun dengan resiko harus jauh dari keluarga dan meninggalkan istri untuk sementara waktu sampai masa cuti tiba.
Sebelumnya tidak pernah terbesit dalam pikiran untuk pergi jauh ke negara ini. Perjalanan karier saya berawal dari ajakan salah satu saudara yaitu, adik dari Ibu kandung saya yang kebetulan menikah dengan seorang warga negara Asing yang bekerja di Qatar. Dengan restu dari Ibu, akhirnya saya memberanikan diri mengikuti ajakan tante saat itu. Inilah perjalanan pertama kali melintasi lautan, berada jauh di benua yang berbeda dan tentu saja kultur dan bahasa yang tidak pernah saya pelajari sebelumnya.
Masih segar dalam ingatan, saat sampai di negara ini pada bulan Desember 2015 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Qatar. Untuk pertama kalinya saya menyaksikan perayaan kemerdekaan negara lain yang sangat megah dan meriah di tengah kota yang indah.
Perasaan takjub ini membuat saya bersemangat memantapkan langkah untuk tinggal di negara ini dan berikhtiar mengais rejeki.
Saya memulai interview di sebuah Perusahaan bernama SAIC (Al Sulaiteen Agricultural & Industrial Complex) sebagai tenaga kerja.
Alhamdulillah hingga kini masih bekerja di Perusahaan tersebut. Sejujurnya pekerjaan ini benar-benar baru bagi saya.
Pekerjaan ini berkecimpung di bidang industri perkebunan, sedangkan saya tidak memiliki keahlian apapun, karena pendidikan yang saya tempuh tidak berhubungan sedikitpun dengan pekerjaan ini. Akan tetapi saya tetap meneguhkan hati untuk melakukan pekerjaan ini karena tertantang untuk mempelajari hal-hal baru di perusahaan itu.
Pada awalnya saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan. Apalagi saya memulai benar-benar dari nol, jabatan paling bawah sebagai seorang buruh. Berpanas-panasan, menyesuaikan diri dengan cuaca yang jauh berbeda dan jam kerja yang selalu berubah sesuai dengan musim di negara Qatar ini.

Belajar berinteraksi dengan berbagai macam orang dari berbagai negara berbeda, tentu kultur yang berbeda satu dengan lainnya termasuk bahasa, sedangkan bahasa Inggris saya pun pada awalnya tidak terlalu lancar. Memulai dengan aba-aba instruksi pekerjaan yang diberikan oleh atasan, menjelaskan dengan bahasa seadanya apabila ada komplain baik dari atasan atau teman seprofesi.
Belajar dari awal tentang industri perkebunan dengan keterbatasan bahasa dan pengetahuan benar-benar tidak mudah. Tetapi lambat laun saya mulai bisa mengikuti irama pekerjaan orang Arab, sedikit demi sedikit belajar memahami bahasa keseharian mereka. Hingga kini saya bisa berbincang menggunakan bahasa India dan Arab, dengan campuran bahasa Inggris.
Saya pun mulai mampu memahami banyak hal dan teknis tentang industri perkebunan. Belajar otodidak di lapangan dengan tidak bosan memperhatikan dan bertanya pada teman atau atasan apabila ada hal yang menarik perhatian dan keingintahuan saya.
Saya juga belajar banyak mencari tahu hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan melalui internet. Termasuk juga mempelajari tentang hidroponik secara mandiri karena saya tertarik untuk mendalaminya.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya bisa bekerja beriringan dan seirama dengan kultur di negara ini, terbiasa dengan kebiasaan dan tiga bahasa keseharian di tempat saya bekerja. Terbiasa dengan jam kerja di musim yang berbeda-beda. Lambat laun Perusahaan pun mulai mempercayai kemampuan saya, walaupun saya pada awalnya tidak memiliki keahlian dan latar belakang pendidikan apapun di bidang ini, tapi saya mampu melewatinya.
Bahkan saat ini Perusahaan mempercayakan saya untuk menjadi salah satu supervisor, membawahi para labor.
Saya memetik banyak hikmah selama bekerja disini. Saya percaya, jika kita yakin dengan kemampuan diri sendiri serta mau banyak belajar, maka Allah SWT akan membantu jalan kita. Berusaha mengesampingkan gengsi dan tidak mengenal kata lelah. Belajar menjadi orang yang mandiri dan bertanggung jawab sehingga orang dapat mempercayai kita dalam bidang apapun yang kita geluti. Jangan cepat menyerah dan mengatakan tidak bisa apabila kita baru mencoba dan mendapat sedikit batu sandungan. Terus berusaha, yakin dan berdoa dibalik semua usaha walaupun sebelumnya kita tidak memiliki kemampuan di suatu bidang, pasti suatu saat kita dapat melaluinya.
Mungkin perjalanan karier saya masih sangat panjang untuk menuju kesuksesan, akan tetapi saya yakin dan akan tetap berusaha belajar untuk mengejar cita-cita. Berusaha membahagiakan diri sendiri dan keluarga saya yang turut membantu melalui doa untuk kebaikan saya. Saya selalu percaya bahwa Allah SWT tidak akan merubah keadaan saya jika saya tidak berubah untuk lebih baik.
Buku Mutiara Inspirasi dari Qatar

















