“Saya menyadari bahwa dengan motivasi, keinginan, dukungan dan doa orangtua kita dapat mengejar mimpi. Saran saya, belajarlah dari pengalaman. Setiap detik adalah momen untuk belajar. Kita juga harus berani dan ulet untuk meraih peluang yang tersedia. Be fearless”

Roza Espandeary Rosman
Assalamuálaikum!
Marhaba!
Saya Roza Espandeary Rosman, anak sulung dari 2 bersaudara, dan sudah tinggal di Qatar 20 tahun. Saya menamatkan pendidikan S1 di jurusan teknik kimia dan meniti karir mulai dari efficiency and reliability engineer (Gambar 1) dan sekarang sebagai Commercial Manager di salah satu perusahaan gas di Qatar. Saat ini saya satu-satunya perempuan Muslimah dari Aceh yang dipercayakan menempati posisi manajemen. Alhamdulillah saya bangga atas pencapaian saya.
Saya menemukan banyak tantangan di tempat kerja baik itu bersifat pribadi atau profesional, namun saya selalu berdo’a dan berusaha keras untuk menaklukkan tantangan tersebut.
Saya lahir di Kota Lhokseumawe, Aceh, Indonesia dan bersekolah di Taman Siswa Arun. Ketika saya duduk di kelas 3 SD, Ayah saya mendapat kesempatan untuk bekerja di salah satu perusahaan gas besar di Qatar, yaitu RasGas. Kami memutuskan untuk pindah ke Qatar di tahun 2000.
Proses penyesuaian kami di Qatar awalnya agak sulit, terutama bagi saya yang masih kecil. Karena selain beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal juga harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru dan sangat berbeda dibandingkan sekolah dasar di Aceh. Baik dari segi bahasa, guru, teman, maupun sistem pendidikannya. Namun saya berusaha dengan maksimal agar mampu beradaptasi dengan baik.
Hari pertama sekolah saya sempat gugup karena kurang fasih berbahasa Inggris. Tetapi dengan dukungan keluarga Al-hamdulillah setelah satu tahun bahasa Inggris saya meningkat pesat. Akhirnya saya bisa mengikuti pelajaran dengan cepat!
Oya, selama di Qatar saya bersekolah di Al Khor International School (AKIS) yang mengikuti sistem pendidikan Inggris. Di sekolah ini murid-murid baru dipisahkan berdasarkan kemampuan berbahasa Inggris. Saya digabungkan dengan murid baru lainnya yang berasal dari Indonesia, Mesir, Palestina, Libya dan Filipina. Walaupun kami belum fasih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, kami bisa bermain dan berinteraksi dengan baik! Hebat kan?!
Orangtua dan guru kelas 5 SD saya melihat bahwa saya murid berbakat dan punya potensi dan cita-cita yang tinggi. Dari kelas 5 sampai kelas 13 ada beberapa penghargaan yang saya raih. Saya meraih gelar top student di mata pelajaran kimia dan seni drama. Saya juga memenangkan beberapa lomba di bidang olahraga dan pendidikan. Saya lulus di tahun 2009 dan termasuk dalam peringkat tiga besar.
Selama 7 tahun di AKIS, saya menjadi mentor untuk adik kelas, khususnya murid perempuan, dan juga berpartisipasi dalam program membersihkan pantai untuk melestarikan tempat wisata lokal. Saya juga sempat menjadi relawan di organisasi Reach out to Asia (ROTA): Nepal Mission. Menjadi relawan ROTA merupakan pengalaman yang berharga buat saya (Gambar 2). Di Nepal, kami membangun sekolah dan perpustakaan dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Kami memotivasi anak-anak usia sekolah dan remaja untuk terus belajar untuk mencapai cita-cita walaupun dengan keterbatasan yang ada.

Gambar 2 – Saya ketika menjadi Relawan ROTA di Nepal
Ketertarikan saya di mata pelajaran matematika, biologi, kimia dan keahlian memecahkan masalah mendorong saya untuk kuliah di jurusan teknik atau kedokteran. Saya melamar ke 7 universitas. Pada tanggal 1 April 2009, saya menerima kabar dari Texas A&M University di Qatar (TAMUQ) bahwa saya diterima tanpa tes dan wawancara. Jujur, karena kawan kawan saya yang lain sudah diwawancara, reaksi saya pada awalnya “ini pasti ada yang iseng buat prank April Mop”. Tapi setelah klarifikasi dengan TAMUQ, ternyata kabar ini benar dan saya juga diundang secara khusus untuk bertemu dengan Dekan dan Rektor TAMUQ.
Satu hari kemudian, dengan berturut-turut saya mendapat kabar positif dari 6 universitas yang lain, termasuk 3 universitas di Kanada dan Amerika Serikat dengan tawaran beasiswa. Untuk memutuskan universitas dan jurusan mana yang akan saya pilih perlu pertimbangan karena sangat sulit! Akhirnya saya memilih jurusan teknik kimia di TAMUQ dan belajar selama 4 tahun dari tahun 2009 ke 2013. Ibu merupakan salah satu penyangga bagi saya selama melaksanakan perjalanan ini; dia memberikan semua keperluan dan selalu berada di dekat saya kapanpun saya membutuhkan nasehat (Gambar 6).
Awalnya TAMUQ merupakan salah satu universitas di bawah naungan Qatar Foundation (QF) yang tidak memberikan beasiswa. Tetapi setelah selesai semester pertama dengan nilai yang sangat memuaskan, saya mendapat beasiswa parsial dari TAMUQ. Alhamdulillah! Saya sangat gembira.
Di semester kedua, motivasi saya untuk belajar meningkat demi mempertahankan nilai IPK tinggi dan beasiswa. Perjuangannya tidak mudah, karena saingannya berat. Tapi kerja keras saya berbuah manis. Saya tidak hanya berhasil mempertahankan beasiswa TAMUQ tapi juga mendapatkan Qatar Foundation Full Merit Scholarship. Kedua beasiswa ini berhasil saya pertahankan sampai saya tamat kuliah. Alhamdulillah!
Selama di TAMUQ, saya mencari berbagai pengalaman untuk membuka cakrawala dan mengasah keterampilan kepemimpinan. Saya dipilih untuk ikut University’s Leadership Exchange Program di tahun pertama bersama 15 mahasiswa lainnya dan International Capstone Project di tahun terakhir. Kedua program ini berlangsung di kampus Texas A&M University (TAMU) di Amerika Serikat. Di tahun ketiga saya ambil program studi banding di TAMU (Gambar 3) yang dibiayai oleh QF.
Selama saya di Texas, AS, saya menjadi anggota PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) TAMU. Pengalaman dengan PERMIAS menginspirasi saya untuk membentuk perkumpulan mahasiswa Indonesia di Qatar. Di akhir tahun 2012 terbentuklah Qatar Indonesian Students Association (QISA) yang dibimbing oleh Profesor Albertus Retnanto. Di organisasi ini saya jadi bendahara dan kami melakukan berbagai kegiatan untuk berbagi pengalaman selama kuliah di Qatar. Hal yang paling mengesankan sekolah di Qatar adalah berkenalan dan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Gambar 3 – Ketika saya kuliah di TAMU di AS
Empat tahun perjalanan saya sebagai mahasiswa berakhir dan saya lulus S1 Magna Cum Laude di tahun 2013 (Gambar 4 & 5). Selanjutnya saya melamar kerja dengan menghadiri acara Career Fair dan Networking Event. Di acara ini beberapa perusahaan dari berbagai industri mengirimkan wakilnya untuk berinteraksi bersama mahasiswa.

Gambar 4 – Saya menerima Ijazah dengan predikat Magna Cum Laude di tahun 2013 dari Rektor TAMUQ

Gambar 5 – Ketika saya diwisuda di tahun 2013
Saya mulai karir saya di salah satu EPCM (Engineering Procurement Construction and Management) Company, sebagai process engineer. Selama 3 bulan saya mengasah keahlian di teknik rekayasa, konstruksi, dan manajemen proyek. Bulan Desember 2013 saya pindah ke perusahaan gas sebagai reliability dan efficiency engineer. Di tempat baru ini lah saya mengembangkan karir sampai sekarang. Tim manajemen mengapresiasi komitmen saya dalam bekerja dan secara bertahap tanggung jawab saya bertambah. Saya dipercaya untuk mengelola proyek dan pabrik sebagai champion safety and reliability dan menjadi water treatment expert untuk Qatar, Oman, dan Kuwait. Saat ini posisi saya adalah Commercial Manager. Etika bekerja saya terinspirasi oleh Ayah saya yang memberikan dukungan yang kuat dan bertindak sebagai mentor dalam karir saya (Gambar 6).
Saya bangga menjadi salah satu insinyur wanita pertama yang lulus dari universitas bergengsi dan terkenal (TAMUQ) di komunitas tempat saya tumbuh dan berkembang yaitu komunitas Indonesia di Qatar. Saya bangga karena berhasil mengatasi tantangan dalam mendobrak peran yang tidak lazim bagi wanita di Timur Tengah.
Pengalaman dari Aceh, sekolah dan kerja di Qatar telah menuntun saya untuk tumbuh sebagai individu yang profesional. Saya menyadari bahwa dengan motivasi, keinginan, dukungan dan doa orangtua kita dapat mengejar mimpi. Saran saya, belajarlah dari pengalaman. Setiap detik adalah momen untuk belajar. Kita juga harus berani dan ulet untuk meraih peluang yang tersedia. Be fearless.

Gambar 6 – Saya bersama kedua orangtua dan adik saya
SUMBER : BUKU “MUTIARA INSPIRASI DARI QATAR”

















