CERITA PMI DI QATAR : DARI HUTAN KALIMANTAN KE PADANG GURUN QATAR

“Bagi saya, mengajar jauh lebih dari sekadar tugas pekerjaan. Saya mengemban tugas mengajar dengan semangat untuk menarik minat mahasiswa, tidak hanya dalam mata-mata pelajaran yang diajarkan, tetapi juga ketika mereka memulai karir profesional mereka”

Albertus Retnanto

      Saya Albertus Retnanto, dosen dan Ketua Jurusan Teknik Perminyakan di Texas A&M University Qatar.

      Saya lahir pada tahun 1967 di Sampit, Kalimantan Tengah yang saat itu masih cukup terisolasi, dari orang tua yang berprofesi sebagai guru. Meski tinggal di daerah pedalaman, kedua orang tua saya selalu mengingatkan untuk belajar setinggi mungkin, dan harus lebih dari mereka. Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama saya jalani di Sampit yaitu di SD Yos Sudarso dan SMP Katolik. Pada saat SMP, salah satu tugas pelajaran Bahasa Indonesia adalah mengarang dengan topik cita-citaku. Saat itu, saya sudah bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat doktor, tanpa tahu apa itu doktor dan bagaimana akan bisa sampai ke sana. Demi mencapai cita-cita tersebut, setamat SMP, saya melanjutkan sekolah menengah atas di SMA Kolese St. Yusup, Malang. Puji syukur, setelah lulus SMA bisa diterima di Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung.

Tidak berhenti disini, saya masih diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana dan memperoleh gelar Ph.D dari Texas A&M University, College Station, Texas, USA, seluruhnya bidang perminyakan.

Saya beserta istri dan anak-anak menetap di Qatar sejak tahun 2009. Saat ini, saya bekerja sebagai Profesor Petroleum Engineering di Texas A&M University Qatar (TAMUQ). Qatar, merupakan salah satu negara teluk, yang salah satu pilar dari visi nasionalnya adalah pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. TAMUQ berlokasi di Education City, Doha, berdampingan dengan beberapa universitas terkemuka seperti Virginia Commonwealth University, Weill Cornell Medical College, Carnegie Mellon, Georgetown University, dan Northwestern University.

Education City sendiri merupakan pusat pendidikan di Qatar, dimana banyak lembaga pendidikan nasional dan asing berada. Amir (Raja) Qatar saat itu, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, bersama istrinya, Sheikha Moza bint Nasser Al Missned, mendirikan Qatar Foundation (QF) dan Education City di Doha untuk memajukan pendidikan di Qatar. Visi dari QF adalah memberikan pendidikan kelas dunia kepada masyarakat di Qatar.

Saya sangat percaya bahwa mengajar adalah misi mulia. Saya melihatnya sebagai tugas profesional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, terutama dalam mempromosikan kreativitas dan pemikiran independen, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan menekankan perlunya pembelajaran seumur hidup.

Bagi saya, mengajar jauh lebih dari sekadar tugas pekerjaan. Saya mengemban tugas mengajar dengan semangat untuk menarik minat mahasiswa, tidak hanya dalam mata-mata pelajaran yang diajarkan, tetapi juga ketika mereka memulai karir profesional mereka. Ketika saya mengajar, saya menekankan pada koneksi dan hubungan antara mata kuliah yang sebelumnya diambil dan mata kuliah saat ini. Upaya ini menunjukkan perlunya pengetahuan yang diperoleh dalam setiap mata kuliah, dan aplikasi praktis dari materi yang diajarkan dengan memanfaatkan pengalaman industri.

Mata kuliah yang saya ajarkan selalu relevan, terbaru dan memastikan bahwa yang terbaik dari pemahaman operasional dan teknis. Keduanya adalah elemen kunci di dalam sistem pengajaran dan pembelajaran yang dijabarkan dalam silabus.

Dalam mengajar, saya selalu membuat level yang cukup tinggi antara lain ditunjukkan dengan ujian yang menantang, yang membutuhkan pemahaman nyata tentang materi daripada hanya menghafal dan “plug and chuck.” Ini adalah standar untuk proyek-proyek akhir untuk memasukkan bagian-bagian yang membutuhkan penggunaan perangkat lunak untuk menafsirkan, merancang, dan menganalisis data lapangan.

Tugas ini sangat menantang dan memakan waktu; namun, hasilnya akan sangat menguntungkan para mahasiswa. Kebijakan “open door policy” yang saya lakukan, sangat mendukung para mahasiswa secara akademis dan profesional di tingkat individu karena dapat memberikan dukungan penuh untuk mengatasi kebutuhan khusus dan membantu mencapai tujuan mereka. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendapatkan bimbingan dalam pilihan-pilihan untuk melanjutkan ke studi lanjut atau pengembangan professional.

Salah satu cara untuk menjadi dosen di universitas adalah melalui jalur professional yaitu mempunyai pengalaman yang cukup lama bekerja di industri. Sebelum menjadi dosen di TAMUQ, saya bekerja di Schlumberger (Service Oil Company), di hampir seluruh penjuru dunia seperti di Amerika, Indonesia, Venezuela, Brazil termasuk Argentina dan Bolivia, Libya, Skotlandia dan Norway, dan Qatar selama 18 tahun.

Selama di Schlumberger, saya bekerja di bidang teknikal sampai ke manajemen dan mencapai level Principal di area peningkatan produksi dan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi. Pernah juga menjadi Schlumberger Eureka Production and Completion Engineering Community Leader Worldwide di tahun 2007 dan 2013. Beserta keluarga, kami bertugas sekitar 2 sampai tiga tahun di setiap negara. Kemampuan untuk beradaptasi sangat diperlukan ketika bertugas di setiap negara. Termasuk belajar bahasa, seperti Spanyol dan Portugis, adat istiadat, cuaca, dan tentu saja makanan.  

Selama bertugas di TAMUQ, beberapa penghargaan telah diterima seperti: Texas A&M University at Qatar, Teaching Excellence Award (2020); Selfless Service Core Value Award Aggie Achievement Awards Department of Student Affairs (2019); Outstanding Research Project in the 11th Annual Undergraduate Research Experience Program, Qatar National Research Fund and Qatar Shell Research and Technology Centre (2019).The Association of Former Students College-level Distinguished Achievement Award in Teaching (2016); Petroleum Engineering Faculty of the Year Award (2012, 2013, 2014, 2016, 2017, dan 2020); Best Student Government Association Educator of the Year Award TAMUQ (2016); dan Best Faculty Award Student Engineer’s Council TAMUQ (2015). Penghargaan lainnya adalah dari Society of Petroleum Engineers (SPE) A Peer Apart, SPE, Dedication to technical excellence to authors, to SPE, and to the industry in volunteering time and expertise to review 100 or more technical papers (2007); dan Performed by Schlumberger untuk beberapa proyek seperti: Apache Forties Field Resource Development Program (Scotland, 2009), Rejuvenation of Marathon’s North Sea Brae Asset (Scotland, 2008), Sand Management in Sarir and Messla Field (Libya, 2006), MIP Program (Venezuela, 2001).

Berbagai tugas lain yang juga dilakukan, sebagai service kepada universitas seperti:  Faculty Senator untuk Texas A&M University (2018-2021) dan Caucus Leader untuk TAMUQ (2019-2021);  ABET Coordinator TAMUQ; dan juga sebagai Program Evaluator untuk ABET.

Menerima penghargaan The Association of Former Students College-level Distinguished Achievement Award in Teaching (Dok. Prof. Albert)

Profesor Albert bersama mahasiswa dan mahasiswi Qatar dan asing dalam field trip. (Dok. Prof. Albert)

Profesor Albert bersama mahasiswa dan mahasiswi Qatar dan asing. (Dok. Prof. Albert)

Pada saat ini kita berada di dalam dunia yang tanpa batas.

Harapan saya, kita harus terus meningkatkan kompetensi, sehingga bisa menjadi manusia Indonesia yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing secara global.

SUMBER : BUKU “MUTIARA INSPIRASI DARI QATAR”

Artikel Terkait
Cerita dari Qatar

TEKNISI RAJA RESTORAN

“Jangan berkecil hati, harus percaya diri, bila memiliki keinginan terus kejar, maju terus pantang menyerah.” Lili Sutarli Momo Cuaca Wakrah

Read More »