CERITA PMI DI QATAR : KESEIMBANGAN KARIR BISNIS DAN HOBI

“Saya yakin kita tidak perlu menunggu peluang untuk berbuat sesuatu, bila perlu kita harus menciptakan peluang itu”

ROSO WIDODO

Karyawan Perusahaan LNG dan Wirausaha Kuliner di Qatar

Adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi saya, ketika logo Pearl of Beirut (POB) menempel indah di baju pemain Klub Al Khor Football Community – Junior (AFC Junior) dan mereka berhasil menjuarai salah satu turnamen antar klub anak Indonesia di Qatar.

Ini adalah peran yang bisa saya sumbangkan bagi kemajuan komunitas warga Indonesia di Qatar. Bermanfaat bagi sesama adalah salah satu prinsip saya dalam setiap menjalankan usaha dan menghasilkan karya.

POB merupakan nama suatu restoran yang berada di depan pasar ikan (fish market) di kota Al Khor, usaha kuliner yang saya jalankan di Qatar. Bagi saya, ROSO WIDODO, memiliki usaha dan berbisnis memang sudah menjadi keinginan saya dari sebelum hijrah ke Qatar, tapi belum menentukan bisnis apa yang bisa dijalankan dengan tidak mengganggu pekerjaan utama sebagai karyawan Qatargas.

Pekerjaan saya sebagai Plant Inspector sebetulnya cukup menyita waktu, tenaga maupun pikiran, tetapi ketika mendapatkan peluang bisnis kuliner yang datang dari seorang manajer restoran yang menawarkan untuk mengelola bersama sebuah restoran yang sedang beroperasi namun memerlukan suntikan modal karena selalu merugi.  Setelah saya pelajari dan diskusi lebih lanjut dengan pemilik Qatari (sebutan bagi seseorang yang berkewarganegaraan Qatar), saya putuskan untuk menerima tawarannya menjalankan usaha tersebut. Peluang ini juga sempat saya tawarkan dengan teman-teman untuk bergabung karena modal yang belum mencukupi, namun respon teman-teman belum bersedia untuk usaha bersama, mungkin mereka mempunyai keperluan lain. Akhirnya melalui tambahan modal hasil menjual aset di Indonesia yang tidak terpakai, POB berhasil saya akuisisi.

POB adalah nama yang sudah ada sebelum saya ambil alih operasinya, pernah ada keinginan untuk merubah nama restoran dengan nama yang baru tapi dengan berbagai pertimbangan, saya putuskan untuk tetap menggunakan nama Pearl of Beirut. Diawali dengan POB ini, selanjutnya saya mendirikan restoran lain dengan nama baru yang saya kehendaki yaitu restoran Season yang berlokasi di Al-Sadd – Doha. Dalam perkembangan bisnis kuliner saya juga pernah menjadi salah satu pemegang saham dalam akuisisi Restoran Griya Solo, tapi Qadarullah tidak berjalan mulus.

Makanan India dan Filipina merupakan menu yang dijual di POB sebelum saya operasikan, perlahan saya mulai memperkenalkan menu-menu masakan Indonesia dan menu Internasional. Pada mulanya saya kesulitan karena belum tersedianya Chef Indonesia.

Akhirnya, saya memesan makanan yang sudah jadi (ready made) dari ibu-ibu warga Indonesia di Al Khor Community, untuk kemudian saya jual kembali di restoran. Hal ini berjalan sampai kami berhasil mendatangkan Chef dari Indonesia. Pemilihan menu jatuh ke makanan laut (seafood), karena lokasi POB dekat dengan Al Khor fish market, sehingga memudahkan untuk mendapatkan bahan baku yang segar dan baru. Namun menu lama POB yang sudah dikenal sebelumnya tetap dipertahankan. Selain karyawan dari Filipina, Nepal, India dan Sri Lanka, POB juga mempekerjakan karyawan orang Indonesia yang proses rekrutmennya dilakukan baik melalui wawancara langsung dari Qatar ataupun dilakukan saat saya berkesempatan cuti ke Indonesia.

*

Siang itu bulan juli tahun 2008, dari jendela kamar hotel fasilitas akomodasi yang disediakan, saya melihat pemandangan yang tidak biasa. Cuaca terik, kelembaban yang tinggi, debu berterbangan yang dibawa oleh angin kencang adalah perkenalan saya pertama kali dengan cuaca Qatar, menjadikan Qatar menjadi tempat yang kurang menarik dalam pikiran saya pada awalnya. Inilah kali pertama saya datang ke Qatar dan bergabung dengan sebuah perusahaan penghasil gas alam cair (LNG).  Sebelum bergabung dengan Qatargas, saya bekerja di ConocoPhillips-Indonesia, pekerjaan masih berhubungan yaitu di static equipment inspection.

Sempat juga bekerja di beberapa perusahaan sebelum di ConocoPhillips-Indonesia yang juga masih seputar pekerjaan inspeksi teknik untuk konstruksi static equipment seperti offshore platform, pipeline, piping dan pressure vessel. Pekerjaan ini membuat saya sering berkeliling Indonesia dari satu project ke project lain dari pulau Sumatra hingga ke Papua. Inilah karir professional yang saya geluti meskipun agak melenceng sedikit  dari latar belakang pendidikan saya sebagai alumni dari Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro (UNDIP) – Semarang. Beberapa pendidikan profesi/ sertifikasi telah saya ikuti baik di dalam maupun luar negeri seperti: Sertifikasi Welding Inspector dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), CWI – Certified Welding Inspector dari AWS (American Welding Society), Certified API-570 (Piping Inspector), Certified API – 510 (Pressure Vessel Inspector) dan Certified API-580 (Risk Based Inspection) dari American Petroleum Institute.

Impresi kurang menarik tentang Qatar pada awal kedatangan, lambat laun menjadi hilang ketika saya menjalin komunikasi dan interaksi dengan berbagai orang baik di jam kerja maupun di luar jam kerja. Hal ini juga ditunjang oleh kegemaran naik motor yang telah saya lakoni sejak di Indonesia. Ketika mendengar harga motor di Qatar yang terjangkau, maka tanpa pikir panjang untuk melanjutkan kegemaran naik motor ini. Di Qatar, saya aktif sebagai member GIRBOQ (Garuda-Indonesia Rider Brotherhood Qatar) yaitu sebuah wadah warga Indonesia yang gemar dengan motor besar dari berbagai jenis motor. Serunya lagi, bro bro (demikian sapaan kami) di GIRBOQ adalah teman setia buat ber-haha-hihi untuk melepas penat setelah bekerja.  

Saya juga aktif sebagai anggota HDCI-ME (Harley Davidson Club Indonesia – Middle East) sebuah klub motor Harley Davidson di Middle East yang mencakup wilayah Qatar, Saudi Arabia dan UAE. Sebagian besar anggota GIRBOQ yang motornya berjenis Harley Davidson ikut jadi member HDCI-ME. Eksistensi warga Indonesia dengan kegemaran motor besar juga ikut berperan aktif dengan mengikutsertakan motornya dalam lomba modifikasi / custom di gelaran Qatar International Custom Show yang diikuti oleh negara negara di kawasan Timur Tengah ini. Selain motor jalan raya, saya juga hobi MX-Bike atau Off-road bike. Komunitas ini juga tidak kalah serunya dan anggotanya berasal dari berbagai negara diantaranya Qatar, Afrika Selatan, Spanyol, Perancis, Inggris, Belanda, Jerman dan lainnya.  Saya juga sudah terdaftar resmi sebagai National Motocross Racer di QMMF (Qatar-Motor & Motorcycle Federation). Untuk teman-teman WNI memang belum ada yang tertarik dengan hobby MX-Bike di Qatar.

Dengan aktif di HDCI-ME, saya bisa mengenal anggota HDCI di Indonesia dari berbagai provinsi dan juga dari luar negeri seperti Amerika Serikat dan Eropa. Hal ini menjadi networking tersendiri khususnya dengan kegemaran yang sama yaitu mengendarai Harley Davidson. Keuntungan lainnya, saya akan mudah untuk melakukan adventure atau touring di wilayah lain di seantero Indonesia dan luar negeri dimana perkumpulan motor HDCI berada. Seperti baru baru ini saya ikut tour Bali-Lombok-Sumbawa kemudian tur ke negara negara Eropa diantaranya Belanda, Luksemburg, Belgia, Perancis dan Jerman.

Ketika tur ke Bali dan Lombok, anggota HDCI wilayah Bali dan Lombok yang mengatur semua hal demikian juga dengan HDCI-Europe, mereka sangat hangat dan bersahabat.

Kegiatan antar komunitas beberapa negara yang diikuti oleh GIRBOQ/HDCI atau saya sendiri ikut balapan di motocross, sedikit banyak akan mengenalkan eksistensi Komunitas Indonesia di Qatar. Seperti kita ketahui masih banyak bangsa lain di Qatar yang mengenal Indonesia hanya sebagai penyedia pekerja sektor domestik. Dari aktivitas kegemaran olahraga bermotor inilah saya mengenalkan Indonesia dari sisi lain dan tidak kalah bersaing dengan mereka.

Tidak hanya dengan komunitas antarbangsa, saya juga sangat aktif dalam kegiatan komunitas warga Indonesia sendiri. Saya aktif di organisasi warga Indonesia yang bekerja di Qatar Gas (ISWI), dimana saya pernah menjadi ketuanya pada tahun 2014-2015. Saat menjadi ketua ini juga saya diminta menjadi anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pemilu 2014. Tawaran tersebut saya terima dengan senang hati dengan alasan utamanya adalah bisa berkontribusi positif untuk NKRI. Alhamdulillah setelah melengkapi persyaratan KPU pusat, saya terpilih menjadi anggota PPLN-Qatar. Di samping itu saya juga aktif di komunitas sepak bola warga Indonesia di Qatar dan menjadi pengurus (ketua wilayah Al Khor) di Indonesian Football Association in Qatar (IFQ) pada tahun 2017.

Perjalanan di dunia kerja, bisnis dan aktif di komunitas bisa saya lakoni karena bisa menangkap peluang yang ada di depan mata. Saya berpendapat terkadang kita suka membuat barrier sendiri terhadap peluang yang datang, padahal peluang-peluang bagus itu tidak untuk ditunggu, just grab it dan segera diikhtiarkan.

Jangan biarkan tabungan mengendap di bank atau jika sudah dalam bentuk tanah/property kemudian tidak dimanfaatkan secara maksimal penggunaannya (mafi faedah), simpan secukupnya saja dan sisanya segera dikelola sehingga mempunyai kebermanfaatan untuk sesama (fi faedah). Kadang kita juga sering menunggu kapan inspirasi akan datang untuk bisa berbuat lebih, tetapi bagi saya inspirasi bisa datang kapanpun dan bukan hanya dari satu orang.

Dengan seringnya bertemu dengan orang orang yang berhasil dalam berkarir, bertukar pikiran dengan teman, juga dapat vitamin dari menghadiri pengajian maupun acara-acara motivasi dan sejenisnya.

Saat itulah pikiran mulai berandai andai merencanakan sesuatu. Dalam suatu kesempatan saya pernah bertemu dengan Ippho Santosa yang saat itu menghadiri acara di Qatar, kebetulan beliau sempat mampir ke rumah dan saya yang mengantar beliau ke bandara Doha, lumayan ada waktu yang cukup buat interaksi dan diskusi. Masih banyak lagi kesempatan dan pertemuan saya dengan orang-orang yang berhasil menjalankan usaha dan semuanya memberi inspirasi positif dari berbagai sisi.

Pertemuan dengan orang-orang di tempat kerja juga mendorong saya untuk bekerja dengan baik, sehingga saya bisa meningkatkan karir yang pada awal bergabung sebagai Plant Inspector hingga meningkat menjadi Senior Plant Inspector dan kemudian menjadi Inspection Engineer. 

Masa-masa kecil dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Teknik Menengah (STM) di Cilacap, Jawa Tengah kemudian kuliah di Semarang, bekerja di Indonesia dan di Qatar, mengelola bisnis dan aktif di komunitas warga Indonesia adalah rangkaian kehidupan yang patut saya syukuri.

Saya yakin kita tidak perlu menunggu peluang untuk berbuat sesuatu, bila perlu kita harus menciptakan peluang itu. Inilah sekelumit kisah saya, semoga bisa menginspirasi para pembaca semuanya.

SUMBER : BUKU “MUTIARA INSPIRASI DARI QATAR”

Artikel Terkait
Kehidupan

Qatar Kite Festival 2025

Qatar Kite Festival merupakan acara tahunan yang kini tengah memasuki tahun ke tiga. Acara ini menggabungkan kreativitas dan kebudayaan, melalui

Read More »